- Sebuah video viral awalnya diklaim menunjukkan oknum ASN Lampung Timur memaki bapak tua karena insiden senggolan sepeda.
- Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengklarifikasi bahwa insiden yang melibatkan ASN tersebut tidak pernah terjadi di wilayahnya.
- Penelusuran membuktikan video tersebut adalah konten parodi yang disebarkan tanpa konteks sehingga menimbulkan kesalahpahaman publik.
SuaraLampung.id - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang bapak tua dimaki-maki usai sepedanya disebut menyenggol mobil hingga lecet. Video tersebut dengan cepat menyebar luas karena dinarasikan melibatkan tiga oknum ASN atau pegawai Pemda di Lampung Timur.
Reaksi publik pun keras. Banyak warganet mengecam tindakan yang dianggap arogan dan tidak berperikemanusiaan. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, fakta di balik video viral ini ternyata tidak sesederhana yang beredar di media sosial.
Berikut rangkuman fakta-fakta sebenarnya.
1. Video Viral Disebut Libatkan ASN di Lampung Timur
Dalam berbagai unggahan, video tersebut diberi keterangan bahwa insiden terjadi di Lampung Timur dan melibatkan tiga oknum aparatur pemerintah daerah.
Narasi ini diperkuat dengan tampilan pemeran yang mengenakan pakaian menyerupai seragam ASN, sehingga banyak pengguna media sosial langsung mempercayainya sebagai kejadian nyata.
2. Pemerintah Daerah Tegaskan Tidak Ada Kejadian Tersebut
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memberikan klarifikasi bahwa tidak pernah terjadi insiden seperti yang dinarasikan dalam video.
Tidak ada laporan kecelakaan antara sepeda dan mobil, maupun laporan tindakan pemaki-makian terhadap warga lanjut usia oleh ASN di wilayah Lampung Timur.
Baca Juga: Aksi Arogan Oknum Pejabat Pemda Lampung: Kakek Dimaki-maki Hanya Karena Sepeda Senggol Mobil
3. Video Ternyata Merupakan Konten Parodi
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut bukan dokumentasi kejadian nyata, melainkan konten parodi atau sketsa yang dibuat oleh kreator media sosial.
Adegan, dialog, dan konflik sengaja dibuat untuk kebutuhan hiburan. Para pemeran dalam video tersebut juga bukan aparatur sipil negara maupun pegawai Pemda.
4. Potongan Video Disebarkan Tanpa Konteks
Masalah muncul ketika potongan video itu diunggah ulang oleh akun lain tanpa penjelasan bahwa konten tersebut adalah parodi.
Akibatnya, publik menerima informasi secara tidak utuh. Narasi tambahan yang provokatif membuat video tersebut terlihat seperti rekaman asli kejadian di lapangan.
Berita Terkait
-
7 Hal Penting untuk Berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas bagi Wisatawan
-
ASN Panik Gagal Login! Kode OTP ASN Digital Terus Invalid, Ini Penyebabnya
-
Geger Penembakan di Polsek Labuhan Maringgai, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
-
Kapal Nelayan di Lampung Timur Dicuri, Pelaku Dibekuk Usai Kejar-kejaran Sengit
-
Komplotan Begal Sadis yang Meresahkan Lampung Timur Berhasil Diciduk Polisi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
Terkini
-
Aksi Arogan Oknum Pejabat Pemda Lampung: Kakek Dimaki-maki Hanya Karena Sepeda Senggol Mobil
-
Masak Praktis Tak Harus Mahal, Ini Deretan Promo Alfamart yang Bikin Dapur Tetap Ngebul
-
Rumus Pythagoras dan Contoh Penerapannya dalam Soal Cerita Matematika
-
Mengapa 2.306,38 Hektar Taman Nasional Way Kambas Bisa Terbakar Saat Musim Hujan?
-
7 Fakta Tragis Dua Bocah Tewas di Bekas Tambang Galian C, Siapa yang Bertanggung Jawab?