- Sebuah video viral merekam dugaan aksi arogan oknum aparatur pemda di Lampung Timur terhadap seorang kakek.
- Pemicu insiden sepele tersebut adalah senggolan mobil dengan sepeda kakek yang mengakibatkan lecet ringan pada kendaraan.
- Publik mengecam keras perlakuan tidak beradab tersebut dan menuntut identifikasi serta sanksi tegas bagi para oknum pelaku.
SuaraLampung.id - Jagad maya kembali dihebohkan oleh sebuah video yang merekam dugaan aksi arogansi dan main hakim sendiri oleh sejumlah oknum aparatur pemerintah daerah (pemda) di Lampung.
Insiden memalukan ini, yang kini viral dan memicu gelombang kemarahan publik, berakar dari hal yang sangat sepele: sebuah mobil yang tersenggol sepeda milik seorang kakek hingga mengalami lecet ringan.
Namun, respons dari oknum-oknum yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru jauh dari kata beradab, bahkan cenderung brutal.
Dalam rekaman video yang menyebar luas, terlihat jelas seorang kakek menjadi sasaran makian dan perlakuan tidak pantas dari beberapa individu yang diduga kuat sebagai oknum pemda setempat.
Perlakuan kasar ini sontak memicu kecaman keras dari berbagai lapisan masyarakat. Publik menilai tindakan tersebut sangat tidak proporsional dan tidak sebanding dengan kerugian materiil yang terjadi.
Lebih jauh, insiden ini menyoroti minimnya empati dan etika para aparatur negara yang seharusnya mengayomi, bukan justru menindas, apalagi terhadap warga lanjut usia yang rentan.
Informasi awal yang beredar menyebutkan bahwa lokasi kejadian berada di wilayah Lampung Timur.
Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @infoticiparay, dan dalam waktu singkat, unggahan ini langsung menyedot perhatian ribuan warganet.
Kolom komentar dibanjiri ungkapan kekecewaan dan kemarahan. Netizen secara serentak mengecam sikap para oknum yang dinilai arogan, tidak profesional, dan jelas-jelas menyalahgunakan wewenang.
Baca Juga: 5 Fakta Viral Polisi Kejang-kejang Usai Kecelakaan di Kemiling Bandar Lampung
"Ada lagi berita kek gini, ampun negara mana sih ini???"tulis seorang warganet, mewakili sentimen kolektif.
Desakan agar para oknum pelaku segera diidentifikasi dan diberikan sanksi tegas pun menggema, menuntut keadilan bagi sang kakek yang menjadi korban. Publik menuntut agar kasus ini tidak hanya berhenti pada kecaman, tetapi harus ada tindakan konkret dari pihak berwenang.
"Astaghfirullah kasian bapaknya," tulis warganet.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait identitas pasti para oknum dalam video tersebut atau detail lokasi kejadian.
Namun, desakan publik untuk pengusutan tuntas semakin menguat. Kasus ini harus menjadi prioritas untuk diungkap, tidak hanya untuk memberikan keadilan kepada korban, tetapi juga sebagai peringatan keras bagi seluruh aparatur negara agar tidak lagi bertindak sewenang-wenang. Transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati dalam penanganan kasus ini.
Peristiwa memalukan ini sekali lagi menohok kesadaran kolektif akan pentingnya penyelesaian masalah secara hukum dan bermartabat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL