- Nelayan bernama Khoirudin (40) di Pesisir Barat, Lampung, ditemukan tewas setelah perahunya terbalik akibat mesin mati saat kembali melaut.
- Pencarian korban dilakukan tim SAR gabungan dan nelayan setempat sejak Sabtu pagi hingga jasad ditemukan pukul 07.30 WIB.
- Rekan korban selamat, namun Khoirudin sempat hilang terbawa arus laut, dan operasi SAR resmi dihentikan setelah penemuan jenazah.
SuaraLampung.id - Seorang nelayan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, ditemukan tewas setelah perahu yang digunakannya terbalik saat melaut. Penemuan jasad korban sekaligus mengakhiri pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan sejak korban dilaporkan hilang di laut.
Korban diketahui bernama Khoirudin (40). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB di perairan tidak jauh dari lokasi kejadian. Proses pencarian melibatkan nelayan setempat bersama tim SAR yang menyisir area laut berdasarkan perhitungan titik hanyut korban.
Peristiwa nahas itu bermula ketika Khoirudin melaut bersama seorang rekannya pada Sabtu pagi. Saat perahu mereka hendak kembali ke daratan, mesin kapal tiba-tiba mengalami gangguan dan mati. Dalam kondisi tersebut, perahu tidak mampu melawan arus laut hingga akhirnya terbalik.
Rekan korban berhasil menyelamatkan diri setelah ditolong nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi. Namun Khoirudin sempat dinyatakan hilang dan terbawa arus, sehingga memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Komandan Pos SAR Tanggamus, Robi Rusli, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan mengacu pada rencana operasi SAR serta analisis SAR Map Prediction untuk memperkirakan arah pergerakan korban di laut. Setelah jasad korban ditemukan, operasi pencarian resmi dihentikan.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi serta diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Robi.
Jenazah Khoirudin kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko keselamatan yang dihadapi nelayan saat melaut, terutama ketika terjadi gangguan mesin atau perubahan kondisi laut secara tiba-tiba.
Pihak SAR dan instansi terkait kembali mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta informasi cuaca sebelum berangkat melaut. Keselamatan, ditegaskan, harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut.
Baca Juga: 3 Rest Area di Tol Palembang - Lampung untuk Istirahat Nyaman Saat Perjalanan Jauh
Berita Terkait
-
3 Rest Area di Tol Palembang - Lampung untuk Istirahat Nyaman Saat Perjalanan Jauh
-
PTBA dan Kejati Lampung Teken PKS Bantuan Hukum untuk Perkuat Pengawasan Proyek Strategis
-
Cemburu Buta, Wanita Ini Potong Alat Vital Kekasihnya Saat Sedang Berhubungan: Tapi Puas
-
Tangisan Bocah 5 Tahun Ungkap Fakta Mengerikan, Dirantai oleh Ibu dan Ayah Tirinya
-
Diterjang Arus Deras, Tugboat Mitra Kencana 10 Tenggelam di Sungai Musi Palembang
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur
-
Pria Sumsel Tega Cabuli Anak Bawah Umur di Lampung Utara, Foto Polos Jadi Senjata Teror
-
Polda Lampung Musnahkan Narkoba Rp264 Miliar, Ratusan Senpi Rakitan Dipotong Habis
-
Detik-Detik Ibu di Way Kanan Melahirkan di Mobil Akibat Jalan Rusak Parah
-
Lampung Guyur 12 Kabupaten dengan Bibit Cabai Senilai Rp925 Juta