- Dua kakak beradik berinisial MH mengeroyok Wahyu Hidayat di Pekon Wonodadi karena tersinggung saat korban menagih utang.
- Akibat tindak kekerasan pada 3 Juni 2026 tersebut, korban mengalami luka lebam serius dan melapor kepada pihak kepolisian.
- Polsek Gadingrejo menangkap kedua pelaku pada 9 Juni 2026 dan mereka terancam hukuman penjara maksimal lima tahun.
SuaraLampung.id - Kasih kakak kepada adik memang tak berbilang, namun bagi MH (35) dan MH (29), cara mereka menunjukkan pembelaan justru berujung nestapa.
Alih-alih menyelesaikan masalah, solidaritas buta kakak beradik ini malah menyeret mereka ke balik jeruji besi setelah nekat mengeroyok seorang pria yang menagih utang kepada adik mereka.
Rencana bersantai di sebuah rental PlayStation (PS) di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, pun buyar seketika.
Pada Selasa (9/6/2026) malam, saat asyik bermain, petugas dari Unit Reskrim Polsek Gadingrejo datang menjemput mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kasar yang mereka lakukan beberapa hari sebelumnya.
Tragedi ini bermula pada Rabu (3/6/2026) malam di sebuah warung di Pekon Wonodadi. Wahyu Hidayat (28), korban, sebenarnya bukan orang asing.
Dia adalah teman dari adik kedua pelaku. Kedatangan Wahyu malam itu bermaksud menagih piutang yang tak kunjung terbayar.
Namun, niat menagih hak tersebut disambut dengan emosi yang meledak. Kedua pelaku merasa tersinggung dengan gaya bicara Wahyu yang dianggap tidak sopan saat menagih sang adik.
Tanpa banyak bicara, sumbu pendek kedua pria ini pun terbakar. Mereka kompak melayangkan bogem mentah ke arah wajah Wahyu secara bertubi-tubi.
"Pelaku merasa tersinggung dan emosi karena menganggap korban berbicara tidak baik saat menagih utang kepada adiknya," ungkap Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugianto, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Pura-pura Beli Rokok, Remaja di Lampung Utara Hantam Kepala Kakek Pemilik Toko Pakai Bata
Akibat pengeroyokan tersebut, wajah Wahyu mengalami luka lebam yang cukup parah. Merasa terancam dan tidak terima atas perlakuan kasar tersebut, Wahyu memutuskan untuk membawa perkara ini ke jalur hukum.
Laporan korban segera ditindaklanjuti oleh polisi. Setelah mengantongi bukti-bukti yang cukup, termasuk keterangan saksi, penyidik akhirnya menetapkan kakak beradik ini sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan, keduanya tak berkutik dan mengakui semua perbuatan mereka.
Kini, kedua bersaudara itu harus menanggalkan mimpi mereka untuk bersantai dan harus mendekam di Rumah Tahanan Polsek Gadingrejo.
Mereka dijerat dengan Pasal 262 UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun.
Iptu Sugianto mengingatkan masyarakat bahwa kekerasan bukanlah solusi atas ketersinggungan. Ia mengimbau agar setiap persoalan pribadi, termasuk masalah utang-piutang, diselesaikan dengan kepala dingin melalui musyawarah atau jalur hukum yang berlaku.
"Jangan mudah terpancing emosi. Apapun persoalannya, selesaikan dengan cara yang baik agar tidak menimbulkan masalah baru," pesan Kapolsek.
Berita Terkait
-
Pura-pura Beli Rokok, Remaja di Lampung Utara Hantam Kepala Kakek Pemilik Toko Pakai Bata
-
Bikin Resah di Pringsewu, 3 Mahasiswa Sudan Diusir dari Lampung
-
Jarah Harta Rp 86 Juta, Remaja 16 Tahun Asal Pringsewu Habiskan untuk Judol dan Dugem
-
Akhir Pelarian Andi Doglang: Eksekutor Curanmor Bersenpi Lumpuh oleh Pelor Polisi Pringsewu
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu
-
Siasat Licik Ordal: 26 Karyawan PT GGP Kompak Kuras Solar Perusahaan Berbulan-bulan
-
BRI Soroti Kredit Tumbuh 9,98% di Tengah Dinamika Pasar Modal
-
Terjebak Marketplace: Polisi Nyamar Jadi Pembeli, Ringkus Sindikat Motor Curian Ber-STNK Palsu