SuaraLampung.id - Di tengah euforia atas capaian skor Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencapai angka impresif 87,48, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengambil langkah tak biasa.
Ia tidak hanya merayakan, tetapi juga melontarkan peringatan keras bahwa capaian ini bukanlah garis finis, melainkan garis start dalam perang sesungguhnya melawan korupsi.
Sebagai senjata utama dalam pertempuran ini, Pemerintah Provinsi Lampung mengandalkan aplikasi layanan digital terpadu "Lampung In".
Aplikasi ini didesain bukan sekadar untuk mempermudah layanan, melainkan untuk menjadi benteng pertahanan digital yang secara sistematis memangkas celah-celah korupsi.
Gubernur yang akrab disapa Mirza ini secara gamblang menyatakan bahwa digitalisasi adalah strategi jitu untuk membongkar praktik lancung yang seringkali terjadi dalam interaksi tatap muka antara birokrat dan masyarakat.
"Dengan digitalisasi, kita bisa meminimalkan celah interaksi yang rawan penyimpangan," tegasnya, Sabtu (26/7/2025).
Melalui aplikasi "Lampung In", berbagai layanan krusial mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, layanan kesehatan, hingga pengaduan publik kini berada dalam satu genggaman.
Menurut Mirza, platform ini secara inheren berfungsi sebagai mata dan telinga pengawasan yang sejalan dengan delapan area strategis yang dipantau ketat oleh KPK melalui program MCP.
"Aplikasi ini juga bisa berfungsi sebagai instrumen monitoring yang selaras dengan area monitoring center for prevention (MCP) KPK. Terutama dalam penguatan pelayanan publik, transparansi belanja daerah, serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemerintahan," katanya.
Baca Juga: Stadion Sumpah Pemuda Resmi Jadi Kandang Bhayangkara FC, Mimpi Publik Lampung Terwujud
Meski Lampung menunjukkan tren positif dalam reformasi birokrasi dan penguatan integritas, Mirza justru melihat skor tinggi MCP sebagai pedang bermata dua.
Di satu sisi, ia menjadi bukti adanya perbaikan. Di sisi lain, ia bisa menjadi pil penenang yang berbahaya jika membuat jajaran pemerintah terlena.
"Meskipun mencatatkan skor yang tinggi, tantangan ke depan justru lebih besar. Seluruh jajaran diharapkan tidak terlena dengan capaian tersebut, namun hal tersebut dapat menjadi pengingat masih banyak ruang untuk ditingkatkan," ujarnya.
Ia menekankan bahwa perang melawan korupsi bukan sekadar tentang membangun sistem teknologi yang canggih. Pertarungan yang lebih berat adalah mengubah budaya dan cara pandang birokrasi agar profesionalisme dan transparansi menjadi kebiasaan harian, bukan sekadar program musiman.
"Sistem yang baik bukan hanya soal teknis, tapi tentang budaya yang semua dijadikan kebiasaan harian. Dan cara pandang dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan ekosistem birokrasi yang profesional, transparan, serta berorientasi pada pelayanan," tutur Mirza.
Pesan penutupnya pun terdengar lebih seperti perintah perang daripada sebuah pidato seremonial. Ia menantang seluruh pihak untuk tidak hanya puas menjadi yang terbaik, tetapi juga untuk terus waspada terhadap ancaman korupsi yang bisa datang kapan saja.
Berita Terkait
-
Stadion Sumpah Pemuda Resmi Jadi Kandang Bhayangkara FC, Mimpi Publik Lampung Terwujud
-
Lampung Siaga Karhutla: Tol dan Taman Nasional Way Kambas Jadi Sorotan Utama
-
Garis Kemiskinan Lampung Naik! Beras dan Rokok Jadi Penyumbang Terbesar
-
Kemiskinan di Lampung Berkurang: Data BPS Ungkap Tren Positif di Perkotaan dan Pedesaan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah