- Dua pemuda berinisial TM dan AR ditangkap Polsek Tanjung Karang Barat karena melakukan pencurian di berbagai rumah kosong.
- Pelaku memantau target selama dua hari sebelum masuk melalui atap rumah agar aksi mereka tidak diketahui tetangga.
- Polisi mengamankan pelaku pada akhir April 2026 dan kini sedang mendalami dugaan adanya lokasi pencurian lainnya.
SuaraLampung.id - Bagi sebagian orang, rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya adalah simbol ketenangan. Namun, bagi TM (21) dan AR (17), bangunan tanpa penghuni adalah "ladang emas" yang siap dipanen.
Dua pemuda ini bukan pencuri amatir. Mereka adalah spesialis yang bekerja dengan kesabaran dan ketelitian seorang pemburu.
Langkah pelarian mereka akhirnya terhenti di tangan Unit Reskrim Polsek Tanjung Karang Barat. Keduanya tak berkutik setelah polisi berhasil mengendus jejak kejahatan yang mereka tinggalkan di berbagai sudut kota.
Apa yang membuat duo ini berbahaya adalah cara mereka memilih mangsa. Sebelum beraksi, TM dan AR kerap melakukan hunting atau berpatroli menyisir kawasan pemukiman.
Mereka tidak langsung masuk tapi mereka memantau, mencatat ritme, dan memastikan sebuah rumah benar-benar tak berpenghuni.
“Yang diincar kebanyakan rumah yang kosong. Mereka memantaunya selama satu hingga dua hari,” ungkap Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Ono Karyono, Senin (4/5/2026).
Setelah yakin target aman, barulah aksi "akrobatik" dimulai. Mereka tidak merusak pintu depan yang mencolok. Sebaliknya, mereka memanjat tembok, merayap ke atap, lalu dengan tenang membuka genteng dan menjebol plafon rumah. Cara ini membuat kehadiran mereka nyaris tak terdeteksi oleh tetangga sekitar.
Salah satu aksi nekat mereka terjadi di Jalan Blora, Kelurahan Segala Mider, pada awal April lalu. Di sana, kawanan ini berhasil menggondol mesin pompa air hingga kabel instalasi, barang-barang yang mungkin dianggap remeh namun bernilai cepat di pasar gelap.
Penangkapan TM pada akhir April menjadi kunci pembuka kotak pandora. Dari nyanyian TM, polisi kemudian meringkus AR yang masih berusia remaja. Meski masih muda, sepak terjang mereka cukup membuat resah warga di wilayah Tanjung Karang Barat.
Baca Juga: Kado Pahit di Hari Kebebasan: Baru Keluar Penjara, TIW Langsung Diciduk Lagi di Depan Gerbang Rutan
Kini, TM dan AR harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Tanjung Karang Barat. Polisi menduga aksi mereka tidak hanya terbatas di satu lokasi saja. “Kami duga masih ada TKP lain, ini yang masih terus kami dalami,” tegas AKP Ono.
Berita Terkait
-
Kado Pahit di Hari Kebebasan: Baru Keluar Penjara, TIW Langsung Diciduk Lagi di Depan Gerbang Rutan
-
Dinding Geribik: Sejarah di Balik Lahirnya SMP Negeri 1 Bandar Lampung
-
Pelarian Berakhir di Banten: Komplotan Begal Bersenpi Asal Lampung Timur Takluk
-
Menata Sungai yang Tercekik: Strategi Kementerian PU Selamatkan Bandar Lampung dari Banjir
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Penyelundupan Narkoba Rp235 Miliar Digagalkan di Bakauheni, Sejuta Nyawa Terselamatkan
-
Empat Bulan Bekerja, Buruh Rongsok di Metro Malah Gasak Emas Istri Majikan
-
Proyek Raksasa Rp31 Triliun: Siasat Lampung Akhiri Jalan Rusak Lewat Jalur Pintas Kereta Logistik
-
Aktivitas Seksual Direkam Kekasih, Wanita Bandar Lampung Lapor Polisi
-
Jasad ABK KM Arof Ditemukan di Pantai Way Kambas, Nahkoda Masih dalam Dekapan Laut