Wakos Reza Gautama
Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:43 WIB
Ilustrasi RSUDAM Lampung. Akun Threads @orghaveeeee mengungkapkan kekecewaan karena ibunya ditolak di IGD RSUDAM Lampung dengan alasan tidak darurat. [rsudam.lampungprov.go.id]
Baca 10 detik
  • Akun Threads @orghaveeeee mengungkapkan kekecewaan karena ibunya ditolak di IGD RSUDAM Lampung dengan alasan tidak darurat.
  • Pasien yang mengalami muntah darah dan sesak napas justru diminta pulang untuk kontrol administrasi ke rumah sakit sebelumnya.
  • Korban akhirnya meninggal dunia setelah dipindahkan ke rumah sakit lain yang mendiagnosisnya mengalami kekurangan darah dan stroke ganda.

SuaraLampung.id - Sebuah unggahan di media sosial Threads mendadak menjadi sorotan publik dan menyayat hati ribuan netizen. Sebuah kisah tentang kehilangan, kekecewaan, dan dinginnya sekat birokrasi di meja Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Pemilik akun Threads @orghaveeeee membagikan luka batinnya yang mendalam setelah sang ibu mengembuskan napas terakhir.

Luka itu tumpah dalam deretan kalimat yang menyesakkan. Sang anak mengenang kembali momen ketika ia membawa ibunya yang tengah berjuang melawan maut ke IGD RSUDAM. Namun, bukannya penanganan cepat yang didapat, ia justru harus menerima penolakan.

"Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD yang katanya kondisinya gak darurat itu sekarang sudah meninggal," tulis akun tersebut dengan nada getir.

Setelah dugaan penolakan tersebut, ia bergegas melarikan sang ibu ke rumah sakit lain. Hasil medis di tempat baru tersebut bak petir di siang bolong. Ternyata, sang ibu mengalami kekurangan empat kantong darah dan menderita serangan stroke di kedua sisi kepalanya.

"Saya bukan orang medis aja melihat kondisi mama saya bener-bener udah gawat, tapi kenapa Anda sebagai dokter bilang gak darurat?" lanjutnya.

Dalam unggahannya, pemilik akun menceritakan detik-detik mencekam saat berada di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Sang ibu sudah dalam kondisi muntah darah dan kesulitan bernapas hingga membutuhkan bantuan oksigen.

Namun, alih-alih melakukan diagnosa ulang secara menyeluruh, dokter jaga di sana diduga enggan memeriksa dari awal dan justru meminta pasien pulang untuk kontrol ke rumah sakit sebelumnya karena alasan administratif waktu kontrol yang sudah lewat.

"Kenapa pasien ibarat udah mau sakaratul (maut) malah disuruh pulang dan kontrol dulu ke RS sebelumnya. Intinya dokter jaga di sana gak mau ngecek dari awal diagnosa, maunya udah ada rekapan dari RS sebelumnya," tulisnya kecewa.

Baca Juga: Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas

Selain prosedur medis, pemilik akun juga menyoroti cara berkomunikasi sang dokter yang dianggap kasar dan tidak memiliki empati di tengah situasi hidup dan mati.

"Saya ingat sekali badan dokter yang kurus kecil, kamu berjilbab, tapi mulutmu terlalu besar dan kasar untuk menolak. Saya sangat ingat bagaimana mama saya kesulitan untuk bertahan, tapi dengan kasarnya kamu bilang kondisi gak darurat," ucapnya dengan rasa sakit yang mendalam.

Dalam unggahan itu, pihak RSUDAM Lampung memberikan tanggapan normatif.

"Terima kasih telah menyampaikan pengaduan kepada kami. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak/Ibu alami Silakan sampaikan melalui WhatsApp Layanan Pengaduan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek agar dapat segera kami tindak lanjuti," tulis akun rsamlampung.

Load More