- Kanwil DJPb Lampung mencatat realisasi pendapatan negara mencapai Rp6,19 triliun atau tumbuh 19,52 persen pada semester I 2026.
- Pemerintah menyalurkan belanja negara sebesar Rp14,5 triliun serta dana TKD senilai Rp9,67 triliun di wilayah Lampung.
- Pengelolaan keuangan tersebut mencatatkan defisit Rp8,39 triliun yang berfungsi sebagai peredam gejolak ekonomi eksternal di Lampung.
SuaraLampung.id - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus bergejolak, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Lampung menunjukkan performa yang cukup baik.
Hingga tutup semester I tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Lampung mencatat realisasi pendapatan negara telah menyentuh angka Rp6,19 triliun.
Angka ini bukan sekadar pencapaian biasa, melainkan mencerminkan pertumbuhan sebesar 19,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung, Purwadhi Adhiputranto, mengungkapkan bahwa napas segar ekonomi Lampung didorong oleh kinerja positif di berbagai lini.
Sektor pajak dalam negeri menjadi tulang punggung dengan kontribusi sebesar Rp3,92 triliun, tumbuh melesat 25,37 persen secara tahunan. Tak hanya itu, perdagangan internasional pun menunjukkan taringnya.
"Pajak perdagangan internasional menyumbang Rp1,53 triliun, sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp736,55 miliar," jelas Purwadhi di Bandar Lampung, Rabu (5/8/2026).
Menariknya, setelah sempat mengalami kontraksi, sektor bea keluar menunjukkan comeback yang impresif pada Juni 2026 dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 23,83 persen.
Ketika pendapatan negara mencapai Rp6,19 triliun, di sisi lain, pemerintah telah "mengguyur" Lampung dengan belanja negara sebesar Rp14,5 triliun. Dana jumbo ini telah terserap sebanyak 52,18 persen dari total pagu yang disediakan.
Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor vital:
Baca Juga: Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
- Belanja Pegawai: Rp3,07 triliun untuk memastikan roda birokrasi terus berputar.
- Belanja Barang: Rp1,37 triliun untuk operasional layanan publik.
- Belanja Modal: Rp471 miliar untuk pembangunan infrastruktur fisik.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah menyalurkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp9,67 triliun untuk mendukung pembangunan di tingkat kabupaten/kota se-Lampung.
Meski neraca APBN regional Lampung mencatat defisit sebesar Rp8,39 triliun, Purwadhi menekankan bahwa angka ini justru lebih rendah 12,69 persen dibandingkan tahun lalu.
Namun, defisit ini bukanlah kabar buruk. Dalam konteks ekonomi makro, defisit ini merupakan strategi "bantalan" (shock absorber).
"Pengelolaan keuangan negara yang menghasilkan defisit tersebut menjadikan APBN sebagai peredam dampak atas terjadinya gejolak eksternal. Tujuannya agar aktivitas ekonomi domestik tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat tetap terlindungi," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Terkini
-
Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Payroll Lebih Cepat dan Tertib, Ini Solusi Digital dari QLola by BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles