- Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan Provinsi Lampung pada September 2026 mencapai 3,51 persen.
- Kota Bandar Lampung mencatatkan laju inflasi tertinggi sebesar 3,74 persen, sedangkan Lampung Timur terendah 3,00 persen.
- Kenaikan harga beras dan emas perhiasan menjadi komoditas utama yang paling dominan mengerek laju inflasi.
SuaraLampung.id - Tekanan harga kebutuhan pokok masih menjadi beban nyata bagi isi dompet masyarakat Lampung. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi tahunan (year-on-year) Provinsi Lampung pada September 2026 bertengger di angka 3,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,32.
Kenaikan harga beras dan emas perhiasan menjadi biang kerok paling dominan yang mengerek laju inflasi tersebut.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Lampung, Hermawan Prasetyo, menjelaskan bahwa meski inflasi tahunan kali ini sedikit melandai dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 3,53 persen, harga komoditas pangan utama masih terus merangkak naik.
"Untuk komoditas yang memberi andil inflasi tahunan terbesar di September ini dipimpin oleh beras sebesar 0,33 persen, disusul emas perhiasan 0,32 persen, bensin 0,29 persen, minyak goreng 0,19 persen, dan cabai rawit 0,13 persen," papar Hermawan secara daring, Kamis (1/10/2026).
Beban kenaikan biaya hidup di Lampung nyatanya tidak merata. BPS mencatat disparitas harga yang cukup mencolok antarwilayah.
Kota Bandar Lampung menyandang predikat daerah dengan laju inflasi tertinggi di Bumi Ruwa Jurai, yakni mencapai 3,74 persen (IHK 110,97).
Sebaliknya, Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan tekanan harga paling rendah, dengan catatan inflasi 3,00 persen (IHK 114,52).
Secara sektoral, lonjakan indeks pengeluaran masyarakat paling drastis terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melambung hingga 7,71 persen, disusul sektor transportasi sebesar 5,54 persen, kesehatan 3,95 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,85 persen.
Adapun secara bulanan (month-to-month), Provinsi Lampung mengalami inflasi tipis sebesar 0,14 persen pada September.
Baca Juga: Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
Dapur konsumen kembali diuji oleh bumbu dapur dan makanan pokok. Kelompok komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar kali ini dipicu oleh kenaikan harga cabai merah (andil 0,12 persen), beras (0,10 persen), cabai rawit (0,06 persen), telepon seluler (0,03 persen), hingga tomat (0,02 persen). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha
-
Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Payroll Lebih Cepat dan Tertib, Ini Solusi Digital dari QLola by BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles