Wakos Reza Gautama
Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:33 WIB
Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, berhasil mengevakuasi empat nelayan yang mengalami mati mesin di sekitar Perairan Krakatau, Provinsi Lampung, pada Rabu (5/8/2026) dini hari. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di laut. [Dok Kantor SAR Lampung]
Baca 10 detik
  • Empat nelayan asal Bandar Lampung terombang-ambing di perairan Krakatau karena mesin kapal mereka mati total sejak sore hari.
  • Tim Rescue Pos SAR Bakauheni bergerak cepat melakukan pencarian menggunakan kapal RIB setelah menerima laporan dari pihak keluarga.
  • Keempat nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke tempat aman serta Pulau Krakatau Besar.

SuaraLampung.id - Empat nelayan asal Lempasing, Teluk Betung, Bandar Lampung, yang tengah dalam perjalanan pulang, harus berhadapan dengan situasi hidup dan mati saat mesin kapal mereka mendadak mati total di tengah kepungan ombak di perairan Krakatau, Lampung Selatan.

Najiburohman (35), Arman (60), Saiful Bahri (40), dan Marlon (40) terpaksa menyerahkan nasib mereka pada arus laut sejak pukul 17.30 WIB.

Tanpa daya untuk menggerakkan kapal, mereka terombang-ambing di luasnya perairan Lampung, menunggu bantuan yang tak kunjung terlihat di cakrawala yang kian menggelap.

Kabar darurat tersebut baru sampai ke meja Tim Rescue Pos SAR Bakauheni sekitar pukul 21.50 WIB melalui laporan keluarga korban.

Tanpa membuang waktu, instruksi segera diturunkan. Hanya dalam waktu 20 menit setelah laporan diterima, tim penyelamat sudah membelah ombak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02.

Perjalanan menembus jarak 20,56 mil laut bukan perkara mudah. Di bawah langit berawan dan guncangan gelombang setinggi satu meter, Tim Basarnas berpacu dengan waktu.

"Begitu informasi kami terima, tim langsung kami kerahkan. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pertolongan yang cepat dan profesional demi keselamatan warga," tegas Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara.

Setelah hampir tiga jam melakukan pencarian intensif, sorot lampu tim SAR akhirnya menangkap siluet kapal yang dicari.

Tepat pada pukul 01.15 WIB, keempat nelayan ditemukan pada koordinat 6°12'35.20" LS dan 105°28'38.50" BT, sekitar 5,61 mil dari titik awal mereka dilaporkan hilang.

Baca Juga: Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan

Raut kelegaan terpancar dari wajah para nelayan yang telah berjam-jam bertaruh nyawa. Untuk menjamin keamanan, tim SAR membawa mereka berlindung ke Pulau Krakatau Besar sembari menunggu cuaca lebih bersahabat.

Menjelang subuh, tepat pukul 05.15 WIB, dua nelayan berhasil dievakuasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Piluk.

Sementara itu, dua rekan lainnya memilih tetap di Pulau Krakatau Besar untuk menjaga kapal mereka hingga proses penarikan oleh pemilik kapal dilakukan.

Meski operasi ini berakhir dengan kepulangan yang selamat, Basarnas Lampung kembali mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan. Laut tidak pernah bisa ditebak.

"Kami mengimbau para nelayan untuk memastikan kondisi mesin benar-benar laik sebelum melaut. Jangan lupa bawa alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan," pesan Rezie Kuswara.

Bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat di perairan, Basarnas mengingatkan untuk segera menghubungi Call Center 115 atau Com Center Basarnas Lampung di 082180048006.

Load More