- Empat nelayan asal Bandar Lampung terombang-ambing di perairan Krakatau karena mesin kapal mereka mati total sejak sore hari.
- Tim Rescue Pos SAR Bakauheni bergerak cepat melakukan pencarian menggunakan kapal RIB setelah menerima laporan dari pihak keluarga.
- Keempat nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke tempat aman serta Pulau Krakatau Besar.
SuaraLampung.id - Empat nelayan asal Lempasing, Teluk Betung, Bandar Lampung, yang tengah dalam perjalanan pulang, harus berhadapan dengan situasi hidup dan mati saat mesin kapal mereka mendadak mati total di tengah kepungan ombak di perairan Krakatau, Lampung Selatan.
Najiburohman (35), Arman (60), Saiful Bahri (40), dan Marlon (40) terpaksa menyerahkan nasib mereka pada arus laut sejak pukul 17.30 WIB.
Tanpa daya untuk menggerakkan kapal, mereka terombang-ambing di luasnya perairan Lampung, menunggu bantuan yang tak kunjung terlihat di cakrawala yang kian menggelap.
Kabar darurat tersebut baru sampai ke meja Tim Rescue Pos SAR Bakauheni sekitar pukul 21.50 WIB melalui laporan keluarga korban.
Tanpa membuang waktu, instruksi segera diturunkan. Hanya dalam waktu 20 menit setelah laporan diterima, tim penyelamat sudah membelah ombak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02.
Perjalanan menembus jarak 20,56 mil laut bukan perkara mudah. Di bawah langit berawan dan guncangan gelombang setinggi satu meter, Tim Basarnas berpacu dengan waktu.
"Begitu informasi kami terima, tim langsung kami kerahkan. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pertolongan yang cepat dan profesional demi keselamatan warga," tegas Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara.
Setelah hampir tiga jam melakukan pencarian intensif, sorot lampu tim SAR akhirnya menangkap siluet kapal yang dicari.
Tepat pada pukul 01.15 WIB, keempat nelayan ditemukan pada koordinat 6°12'35.20" LS dan 105°28'38.50" BT, sekitar 5,61 mil dari titik awal mereka dilaporkan hilang.
Baca Juga: Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
Raut kelegaan terpancar dari wajah para nelayan yang telah berjam-jam bertaruh nyawa. Untuk menjamin keamanan, tim SAR membawa mereka berlindung ke Pulau Krakatau Besar sembari menunggu cuaca lebih bersahabat.
Menjelang subuh, tepat pukul 05.15 WIB, dua nelayan berhasil dievakuasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Piluk.
Sementara itu, dua rekan lainnya memilih tetap di Pulau Krakatau Besar untuk menjaga kapal mereka hingga proses penarikan oleh pemilik kapal dilakukan.
Meski operasi ini berakhir dengan kepulangan yang selamat, Basarnas Lampung kembali mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan. Laut tidak pernah bisa ditebak.
"Kami mengimbau para nelayan untuk memastikan kondisi mesin benar-benar laik sebelum melaut. Jangan lupa bawa alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan," pesan Rezie Kuswara.
Bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat di perairan, Basarnas mengingatkan untuk segera menghubungi Call Center 115 atau Com Center Basarnas Lampung di 082180048006.
Berita Terkait
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
Ditelan Perairan Pulau Kelagian: Remaja 18 Tahun yang Hilang dari Kapal
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong