- Kementerian PU menetapkan peta jalan penanganan banjir di Bandar Lampung akibat penyusutan kapasitas sungai karena sedimentasi dan okupansi lahan.
- BBWS Mesuji Sekampung melakukan normalisasi sepuluh sungai strategis dan menyiagakan pompa mobile untuk meminimalisir risiko banjir jangka pendek bagi warga.
- Pemerintah menyiapkan anggaran lima miliar rupiah pada tahun 2026 untuk menyusun masterplan pengendalian banjir sebagai panduan strategis jangka panjang.
SuaraLampung.id - Bagi warga Bandar Lampung, hujan deras belakangan ini bukan lagi sekadar berkah, melainkan kecemasan. Catatan menunjukkan wajah kota ini masih rentan.
Ada 44 titik genangan sesaat, 10 titik banjir, hingga tragedi tanggul jebol yang merenggut nyawa menjadi rapor merah yang harus segera dibenahi.
Menjawab tantangan alam tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung akhirnya membedah peta jalan (roadmap) penanganan banjir yang terbagi dalam tiga fase yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.
Plt Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Mochammad Dian Almaruf, memaparkan bahwa masalah utama banjir di Bandar Lampung bukanlah hal sederhana. Hasil kajian awal mengungkap bahwa kapasitas sungai-sungai di kota ini telah menyusut drastis.
"Penyebab utamanya adalah sedimentasi yang tinggi serta okupansi lahan. Sungai kita 'tercekik' oleh bangunan, pipa, hingga jembatan yang menyempitkan ruang air," ungkap Dian, Kamis (30/4/2026) dikutip dari lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Dalam jangka pendek, BBWS tidak ingin membuang waktu. Fokus utama saat ini adalah melakukan normalisasi pada 10 ruas sungai strategis. Tujuannya mengembalikan "ruang" bagi air agar tidak meluap ke pemukiman.
Tak hanya alat berat, teknologi juga dikerahkan. BBWS telah berkoordinasi dengan pusat untuk menyiagakan pompa mobile di titik-titik rawan.
"Begitu ada potensi genangan, pompa ini akan langsung bekerja menyedot air sebelum sempat merendam rumah warga," tambah Dian.
Selain itu, pemasangan bronjong pada tanggul-tanggul yang sudah rapuh menjadi prioritas untuk mencegah jebolnya dinding sungai.
Baca Juga: Dikira Kebakaran, Ternyata Pencuri Lagi 'Masak' Kabel: Pemuda di Bandar Lampung Apes Digerebek Warga
Langkah taktis saja tentu tidak cukup. Untuk jangka menengah, Kementerian PU telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar di tahun 2026 khusus untuk menyusun Masterplan Pengendalian Banjir.
Dokumen ini ditargetkan rampung pada Desember 2026 dan akan menjadi kompas bagi pemerintah pusat maupun daerah. Dari masterplan inilah akan diputuskan secara presisi wilayah mana yang sungainya harus dibebaskan dari bangunan, titik mana yang butuh tanggul tinggi, hingga lokasi mana yang memerlukan pengerukan total.
Kementerian PU juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Meski secara kewenangan sungai berada di bawah pusat, inisiatif Wali Kota dalam membangun tanggul di beberapa titik dinilai sangat membantu meringankan beban warga.
Namun, saat disinggung mengenai kapan tepatnya Bandar Lampung akan 100 persen bebas banjir, BBWS memilih untuk bersikap realistis ketimbang memberikan janji manis.
"Kami tidak bisa menjanjikan kapan tuntas sepenuhnya. Namun, kami berkomitmen untuk terus menganalisa dan bekerja sekuat tenaga agar risiko banjir dapat diminimalisir secara signifikan demi keselamatan warga," pungkas Dian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas
-
Temukan Senpi dan Narkoba, Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun di Way Kanan
-
Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus