- Bank Indonesia Provinsi Lampung mendorong hilirisasi komoditas guna menciptakan stabilitas harga serta nilai tambah bagi produk petani lokal.
- Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS menjadi peluang emas meningkatkan pendapatan ekspor melalui produk olahan kopi, kakao, dan komoditas lainnya.
- Pemerintah Provinsi Lampung membangun infrastruktur pengering, pupuk organik, serta pabrik bioetanol untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari sektor pertanian.
SuaraLampung.id - Di tengah fluktuasi harga komoditas dunia dan nilai tukar rupiah yang tengah diuji oleh keperkasaan Dolar AS, Provinsi Lampung justru melihat celah besar untuk mendulang keuntungan.
Kuncinya bukan lagi sekadar menanam dan memanen, melainkan hilirisasi, sebuah langkah berani untuk berhenti menjual barang mentah dan mulai menciptakan nilai tambah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan bahwa hilirisasi adalah perisai terbaik petani dalam menghadapi badai harga pasar global.
"Hilirisasi menciptakan nilai tambah. Harga produk turunan pastinya jauh lebih tinggi dan lebih stabil dibandingkan menjual bahan mentah yang harganya sering naik-turun tak menentu," ujar Bimo, Selasa (16/6/2026).
Menariknya, Bimo melihat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sebagai berkah tersembunyi bagi komoditas unggulan Lampung seperti kopi dan kakao.
Saat Dolar menguat, produk olahan yang diekspor akan menghasilkan pendapatan jauh lebih besar karena transaksi dilakukan dalam valuta asing.
"Secara normatif, kondisi ini berdampak positif bagi komoditas ekspor. Ini adalah peluang emas bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui produk turunan yang punya daya saing di pasar internasional," tambahnya.
Langkah hilirisasi ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan infrastruktur tempur di tingkat akar rumput. Rencana besar pun disiapkan.
Pertama membangun unit pengering komoditas di 500 desa sentra produksi agar kualitas bahan baku tetap terjaga.
Baca Juga: Tergiur Kerja di Tambang Papua, Wanita di Lampung Utara Kena Tipu Janji Manis Residivis
Lalu pengembangan pupuk organik cair di 2.000 desa untuk memangkas biaya produksi dan meningkatkan kesuburan lahan.
Selanjutnya adalah Sebanyak 2.300 BUMDes telah berbadan hukum dan disiapkan menjadi penyerap (offtaker) hasil bumi lokal.
Namun, primadona dari proyek hilirisasi ini adalah rencana pembangunan kawasan pabrik Bioetanol seluas 21 hektare.
Targetnya ambisius memproduksi 240 ribu kiloliter per tahun. Di sini, ubi kayu atau singkong, yang selama ini kerap dipandang sebelah mata, akan diolah menjadi bahan bakar masa depan yang bernilai ekonomi tinggi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tergiur Kerja di Tambang Papua, Wanita di Lampung Utara Kena Tipu Janji Manis Residivis
-
Gara-gara COD Ponsel Berujung Adu Jotos, Borok Mahasiswa Bandar Lampung Terbongkar Polisi
-
Gagal Masuk SMA Unggul? Tenang, 76 Ribu Kursi SMA/SMK Negeri Lampung Resmi Dibuka
-
KM Arof Tenggelam Dihantam Gelombang di Perairan Kuala Penet, 2 ABK Hilang
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong