SuaraLampung.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tengah menyidik kasus dugaan penyelewengan pengelolaan dana nasabah terhadap bank milik pemerintah, yang berada di wilayah Pringsewu periode tahun 2021-2025.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung, Armen Wijaya mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan penyidikan, hingga mencari dan mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang tindak pidana tersebut.
"Penyidik telah memeriksa 25 saksi baik pihak bank, maupun dari pihak nasabah," kata Armen Wijaya saat jumpa pers di Kantor Kejati Lampung pada Rabu (2/7/2025) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Dalam proses penyidikan, Tim Penyidik Kejati Lampung menggeledah tiga lokasi baik di kantor bank, maupun rumah nasabah yang berada di wilayah Pringsewu.
"Dari hasil penggeledahan, kami menyita beberapa dokumen atau berkas yang dipergunakan secara langsung melakukan tindak pidana, dan dua unit mobil jenis Toyota Innova Reborn serta Honda Brio," ujar Armen Wijaya.
Kemudian empat sertifikat tanah dan bangunan dengan perkiraan nilai taksiran aset sebesar Rp2 miliar, beberapa unit Ponsel, tas, benda-benda lainnya yang mempunyai hubungan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan, dan uang Rp559,6 juta.
Dalam perkara tersebut, Kejati Lampung menduga potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp17 miliar, namun hingga kini kerugian negara tersebut masih dalam proses penghitungan.
Laporan Pihak Bank
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah hukum terhadap dugaan tindakan fraud yang dilakukan oleh oknum pekerja di BRI BO Pringsewu, Lampung.
Baca Juga: Korupsi Bansos Diduga Pemicu Kerusuhan di Lampung Tengah, 10 Ton Beras Raib!
Berdasarkan hasil audit internal, BRI telah mengambil langkah hukum terhadap seorang Relationship Manager Funding Transaction (RMFT) yang bertugas di BRI BO Pringsewu, Provinsi Lampung, atas dugaan penyalahgunaan dana simpanan nasabah, dengan melapor kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.
Kasus ini terungkap sebagai bagian dari proses pengawasan internal yang berjalan ketat dan menyeluruh, yang menjadi bagian penting dari transformasi budaya kerja dan sistem pengendalian risiko di lingkungan BRI.
Tindakan tersebut sekaligus memperkuat komitmen BRI dalam menerapkan prinsip zero tolerance terhadap fraud, yang terus digalakkan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai tindak lanjut, BRI telah menjatuhkan sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap oknum pekerja tersebut sesuai dengan ketentuan internal perusahaan.
Pemimpin Cabang BRI Pringsewu Muh Syarifudin mengatakan BRI akan terus mendukung tindakan aparat penegak hukum atas proses penanganan laporan yang telah dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami juga memastikan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BRI," ujarnya dalam pernyataan, Rabu (2/7/2025) dikutip dari ANTARA.
Sebagai bentuk perlindungan maksimal terhadap nasabah, BRI memberikan jaminan penggantian atas dana nasabah yang disalahgunakan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tidak akan timbul kerugian terhadap nasabah yang terdampak.
Dalam menjalankan seluruh operasional bisnis, BRI senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dan prinsip prudential banking, serta aktif dalam pencegahan dan penindakan atas segala bentuk tindakan fraud maupun pelanggaran etik.
Berita Terkait
-
Korupsi Bansos Diduga Pemicu Kerusuhan di Lampung Tengah, 10 Ton Beras Raib!
-
Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Kolam Renang Pringsewu
-
Pengeroyokan Kepala Pekon Asal Tanggamus Terungkap, Polisi Tangkap 3 Pelaku
-
Aryodhia Febriansyah Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Lahan Jalan Tol
-
Mantan Mantri Dibui Korupsi Dana KUR, Ini Penjelasan BRI Pringsewu
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 27 Februari 2026, Lengkap Waktu Salat dan Niat Puasa
-
Divonis 8,5 Tahun, Eks Bupati Lampung Timur Wajib Kembalikan Rp3,9 Miliar Kasus Pagar Rumah Dinas
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung Hari Ini, 26 Februari 2026: Catat Jam Maghribnya
-
Waktu Imsak & Buka Puasa Bandar Lampung 26 Februari 2026 Hari Ini
-
7 Restoran Sunda Lesehan di Bandar Lampung untuk Buka Bersama Keluarga Besar,