Wakos Reza Gautama
Kamis, 28 Mei 2026 | 07:32 WIB
Ilustrasi irigasi di Lampung. Kegiatan intervensi Urgent Rehabilitation of Strategic Irrigation Project (URSIP) pada 2026 di daerah irigasi (DI) Way Sekampung Lampung mencapai 36.197 hektare (ha). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan rehabilitasi darurat jaringan irigasi Way Sekampung di Lampung pada tahun 2026 mendatang.
  • Proyek infrastruktur seluas 36.197 hektare ini didanai melalui kolaborasi pemerintah dengan Korea Selatan menggunakan skema pendanaan EDCF.
  • Rehabilitasi ini bertujuan meningkatkan indeks pertanaman agar produksi padi bertambah sebanyak 44 ribu ton setiap tahunnya.

SuaraLampung.id - Daerah Irigasi (DI) Way Sekampung di Provinsi Lampung, kini menjadi sorotan utama. Wilayah ini terpilih menjadi satu dari 56 titik strategis di Indonesia yang akan mendapatkan sentuhan rehabilitasi darurat.

Tak tanggung-tanggung, intervensi ini mencakup pembenahan infrastruktur secara masif di atas lahan seluas 36.197 hektare.

Pelaksana Tugas Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum, Dedi Yudha Lesmana, mengungkapkan bahwa proyek ini bukan sekadar perbaikan semen dan beton. Ini adalah upaya strategis untuk memastikan "darah" bagi sektor pertanian tetap mengalir tanpa hambatan.

"Di 2026, kegiatan URSIP akan menyentuh Lampung, khususnya untuk daerah irigasi Way Sekampung. Ini adalah langkah darurat sekaligus strategis untuk memperkuat jaringan irigasi kita," ujar Dedi, Rabu (27/5/2026).

Angka-angka di balik proyek ini cukup mencengangkan. Perbaikan akan dilakukan pada kanal primer sepanjang 81.834 meter dan kanal sekunder sejauh 187.415 meter.

Jaringan pipa dan kanal yang panjangnya melintasi berbagai wilayah ini akan didukung oleh pendanaan dari PLN melalui kolaborasi internasional dengan pemerintah Korea Selatan lewat skema Economic Development Cooperation Fund (EDCF).

Proyek ini tidak hanya membangun saluran air. Secara teknis, wajah infrastruktur Way Sekampung akan dipercantik dengan jembatan baru, pintu air otomatis, gorong-gorong, talang, hingga pembangunan jalan inspeksi dan sanggar bagi perkumpulan petani (P3A). Semua dirancang untuk efisiensi distribusi air.

Lantas, apa dampaknya bagi petani dan rakyat Lampung? Targetnya konkret. Pemerintah berambisi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari yang semula 1,80 menjadi 2,20. Artinya, frekuensi panen petani dalam setahun akan meningkat secara signifikan.

Jika target ini tercapai, ada potensi tambahan produksi padi yang luar biasa: 44 ribu ton gabah per tahun. Sebuah angka yang tidak hanya akan mengamankan stok pangan lokal, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi cita-cita besar Presiden dalam program Asta Cita dan Inpres 2/2025 mengenai swasembada pangan.

Baca Juga: 101 Proyek Irigasi Baru Diusulkan ke Pusat: Siap Hijaukan 13 Ribu Hektare Sawah di Lampung

Rehabilitasi ini akan tersebar merata di beberapa titik vital Way Sekampung. Mulai dari DI Bekri seluas 5.507 hektare, hingga DI Punggur Utara yang menjadi area terdampak paling luas dengan cakupan 13.369 hektare.

Wilayah lain seperti Rumbia Barat (5.665 ha), Sekampung Batanghari (8.595 ha), Batanghari Utara (2.561 ha), hingga Rumbia Extension pun tak luput dari pembenahan. (ANTARA)

Load More