- Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan rehabilitasi darurat jaringan irigasi Way Sekampung di Lampung pada tahun 2026 mendatang.
- Proyek infrastruktur seluas 36.197 hektare ini didanai melalui kolaborasi pemerintah dengan Korea Selatan menggunakan skema pendanaan EDCF.
- Rehabilitasi ini bertujuan meningkatkan indeks pertanaman agar produksi padi bertambah sebanyak 44 ribu ton setiap tahunnya.
SuaraLampung.id - Daerah Irigasi (DI) Way Sekampung di Provinsi Lampung, kini menjadi sorotan utama. Wilayah ini terpilih menjadi satu dari 56 titik strategis di Indonesia yang akan mendapatkan sentuhan rehabilitasi darurat.
Tak tanggung-tanggung, intervensi ini mencakup pembenahan infrastruktur secara masif di atas lahan seluas 36.197 hektare.
Pelaksana Tugas Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum, Dedi Yudha Lesmana, mengungkapkan bahwa proyek ini bukan sekadar perbaikan semen dan beton. Ini adalah upaya strategis untuk memastikan "darah" bagi sektor pertanian tetap mengalir tanpa hambatan.
"Di 2026, kegiatan URSIP akan menyentuh Lampung, khususnya untuk daerah irigasi Way Sekampung. Ini adalah langkah darurat sekaligus strategis untuk memperkuat jaringan irigasi kita," ujar Dedi, Rabu (27/5/2026).
Angka-angka di balik proyek ini cukup mencengangkan. Perbaikan akan dilakukan pada kanal primer sepanjang 81.834 meter dan kanal sekunder sejauh 187.415 meter.
Jaringan pipa dan kanal yang panjangnya melintasi berbagai wilayah ini akan didukung oleh pendanaan dari PLN melalui kolaborasi internasional dengan pemerintah Korea Selatan lewat skema Economic Development Cooperation Fund (EDCF).
Proyek ini tidak hanya membangun saluran air. Secara teknis, wajah infrastruktur Way Sekampung akan dipercantik dengan jembatan baru, pintu air otomatis, gorong-gorong, talang, hingga pembangunan jalan inspeksi dan sanggar bagi perkumpulan petani (P3A). Semua dirancang untuk efisiensi distribusi air.
Lantas, apa dampaknya bagi petani dan rakyat Lampung? Targetnya konkret. Pemerintah berambisi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari yang semula 1,80 menjadi 2,20. Artinya, frekuensi panen petani dalam setahun akan meningkat secara signifikan.
Jika target ini tercapai, ada potensi tambahan produksi padi yang luar biasa: 44 ribu ton gabah per tahun. Sebuah angka yang tidak hanya akan mengamankan stok pangan lokal, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi cita-cita besar Presiden dalam program Asta Cita dan Inpres 2/2025 mengenai swasembada pangan.
Baca Juga: 101 Proyek Irigasi Baru Diusulkan ke Pusat: Siap Hijaukan 13 Ribu Hektare Sawah di Lampung
Rehabilitasi ini akan tersebar merata di beberapa titik vital Way Sekampung. Mulai dari DI Bekri seluas 5.507 hektare, hingga DI Punggur Utara yang menjadi area terdampak paling luas dengan cakupan 13.369 hektare.
Wilayah lain seperti Rumbia Barat (5.665 ha), Sekampung Batanghari (8.595 ha), Batanghari Utara (2.561 ha), hingga Rumbia Extension pun tak luput dari pembenahan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
101 Proyek Irigasi Baru Diusulkan ke Pusat: Siap Hijaukan 13 Ribu Hektare Sawah di Lampung
-
Ludes! 20.800 Tiket Kereta Api di Lampung Habis Tak Tersisa di Libur Lebaran Idul Adha
-
Harga Cabai dan Bawang Meroket di Lampung, Pemprov Antisipasi Laju Inflasi Tak Terkendali
-
Luka di Balik Seragam: Saat Hinaan Memicu Tragedi Berdarah di SMPN 44 Bandar Lampung
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Proyek Rehabilitasi Irigasi di Lampung Mulai 2026
-
101 Proyek Irigasi Baru Diusulkan ke Pusat: Siap Hijaukan 13 Ribu Hektare Sawah di Lampung
-
Akhir Pelarian Andi Doglang: Eksekutor Curanmor Bersenpi Lumpuh oleh Pelor Polisi Pringsewu
-
Ludes! 20.800 Tiket Kereta Api di Lampung Habis Tak Tersisa di Libur Lebaran Idul Adha
-
Harga Cabai dan Bawang Meroket di Lampung, Pemprov Antisipasi Laju Inflasi Tak Terkendali