- Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan 101 jaringan irigasi utama pada tahun 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Proyek yang tersebar di 14 kabupaten dan kota tersebut menargetkan pengairan lahan pertanian seluas 13.927,27 hektare.
- Kementerian PU turut menambah 25 usulan jaringan irigasi tersier untuk mengairi 3.038,73 hektare lahan sawah petani.
SuaraLampung.id - Provinsi Lampung mengusulkan sebanyak 101 jaringan irigasi utama pada tahun 2026 untuk memastikan pasokan air sampai ke titik-titik sawah terdalam.
Langkah besar ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2025, yang memposisikan Lampung sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional.
Plt Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dedi Yudha Lesmana, mengungkapkan bahwa proyek raksasa ini akan tersebar merata di 14 kabupaten dan kota di seluruh Lampung.
Fokus utamanya adalah membenahi dan membangun jaringan irigasi primer dan sekunder yang menjadi kewenangan daerah.
"Total outcome dari usulan irigasi jaringan utama ini sangat signifikan, yakni mampu mengaliri lahan seluas 13.927,27 hektare," ujar Dedi Yudha, Rabu (27/5/2026).
Distribusi proyek irigasi ini dirancang untuk menyentuh sentra-sentra produksi gabah di Lampung. Beberapa wilayah mendapatkan porsi signifikan sesuai dengan potensi lahan yang ada.
Di bagian barat, Lampung Barat memimpin dengan 12 usulan untuk mengairi 2.112 hektare lahan. Sementara itu, Lampung Tengah dan Way Kanan juga menjadi perhatian utama, masing-masing memegang usulan untuk mengaliri hamparan sawah seluas lebih dari 1.800 dan 2.200 hektare.
Tidak ketinggalan, wilayah pesisir dan dataran rendah seperti Lampung Timur mengusulkan 19 titik jaringan, menjadikannya kabupaten dengan jumlah usulan terbanyak meski dengan luasan lahan yang lebih terfragmentasi.
Wilayah lain seperti Mesuji dan Tulang Bawang juga masuk dalam radar pembangunan dengan cakupan ribuan hektare lahan rawa dan irigasi.
Baca Juga: Ludes! 20.800 Tiket Kereta Api di Lampung Habis Tak Tersisa di Libur Lebaran Idul Adha
Kementerian PU menyadari bahwa jaringan utama saja tidak cukup. Air harus sampai ke "pintu" sawah petani. Oleh karena itu, selain 101 jaringan utama, pemerintah pusat juga menyiapkan 25 usulan penanganan jaringan irigasi tersier.
"Untuk jaringan tersier yang menjadi kewenangan pusat, total lahan yang akan teraliri mencapai 3.038,73 hektare," tambah Dedi Yudha.
Sinergi ini diharapkan dapat menghilangkan sumbatan distribusi air yang selama ini sering dikeluhkan para petani di lapangan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ludes! 20.800 Tiket Kereta Api di Lampung Habis Tak Tersisa di Libur Lebaran Idul Adha
-
Harga Cabai dan Bawang Meroket di Lampung, Pemprov Antisipasi Laju Inflasi Tak Terkendali
-
Luka di Balik Seragam: Saat Hinaan Memicu Tragedi Berdarah di SMPN 44 Bandar Lampung
-
Gerbong Mutasi Polresta Bandar Lampung Resmi Bergerak, Siapa Saja Kapolsek Baru?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Kemenpora, Perkuat Komitmen Majukan Industri Olahraga Nasional
-
Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung
-
Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal
-
Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander