- Harga cabai dan bawang di pasar tradisional Lampung melonjak tajam per 26 Mei 2026 akibat faktor permintaan serta cuaca.
- Pemerintah Provinsi Lampung melalui TPID rutin memantau pergerakan harga pangan guna mengantisipasi inflasi agar tetap terkendali bagi masyarakat.
- Pemerintah memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman meski terdapat kenaikan harga pada sektor komoditas tertentu dan daging.
SuaraLampung.id - Ibu-ibu rumah tangga di Lampung kini harus memutar otak lebih keras saat berbelanja ke pasar tradisional. Cabai merah dan bawang, dua komoditas primadona meja makan, harganya melonjak, memicu kekhawatiran akan laju inflasi yang tak terkendali.
Merespons fenomena ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyatakan tidak akan tinggal diam.
Pengawasan ketat kini dilakukan secara berkala demi memastikan harga pangan tetap berada dalam jangkauan kantong masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Selasa (26/5/2026), lonjakan harga cabai menjadi yang paling mencolok.
Cabai merah keriting, misalnya, mencatat kenaikan "gila-gilaan" sebesar 44,18 persen, melambung hingga menyentuh angka Rp70.650 per kilogram. Tak ketinggalan, cabai merah besar juga naik tajam ke angka Rp76.500 per kilogram.
Kondisi ini membuat cabai kini seolah menjadi barang mewah di pasar. Tak hanya cabai, bawang merah pun ikut "pedas" dengan kenaikan 7,93 persen, kini dibanderol hampir Rp50 ribu per kilogram.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga ini setiap hari.
"Kami mendapatkan data rigid per hari terkait pasokan dan harga di pasar tradisional sebagai bahan penentu kebijakan," ujar Marindo.
Menurut Marindo, kenaikan harga ini merupakan akumulasi dari beberapa faktor. Selain karena melonjaknya permintaan pasar menjelang Idul Adha, faktor alam juga memegang peranan krusial.
Baca Juga: Luka di Balik Seragam: Saat Hinaan Memicu Tragedi Berdarah di SMPN 44 Bandar Lampung
"Biasanya ketersediaan berkurang karena kebutuhan pasar meningkat menjelang hari raya. Namun, ada juga kasus khusus di mana produksi terganggu akibat bencana banjir atau fenomena El Nino. Ini yang terus kami antisipasi," tambahnya.
Kenaikan harga ini juga merembet ke sektor protein. Daging sapi kualitas I kini merangkak naik ke angka Rp143.750 per kilogram, sementara daging ayam ras menyentuh Rp36.250 per kilogram.
Namun, di tengah badai kenaikan tersebut, ada sedikit kabar baik: harga gula pasir dan telur ayam ras justru mengalami sedikit penurunan, memberikan sedikit napas bagi konsumen.
Agar inflasi tak lepas kendali, Pemprov Lampung memastikan akan terus melakukan intervensi melalui berbagai kebijakan.
Koordinasi antara TPID provinsi dengan kabupaten dan kota diperkuat untuk memitigasi setiap lonjakan harga yang tidak wajar. Marindo memastikan bahwa meski harga bergejolak, stok pangan utama dipastikan aman.
"Produksi bahan pokok seperti padi, gabah, jagung, dan pangan lain penunjang konsumsi masyarakat kami pastikan tersedia," tegasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Luka di Balik Seragam: Saat Hinaan Memicu Tragedi Berdarah di SMPN 44 Bandar Lampung
-
Gerbong Mutasi Polresta Bandar Lampung Resmi Bergerak, Siapa Saja Kapolsek Baru?
-
Teror Celurit di Balik SMKN 2 Kalianda: Niat Hati Jalan Sore, Motor Malah Amblas Dirampas Begal
-
Jasad Anak Perempuan dalam Kardus di Rangai, Orang Tua Minta Maaf Tak Mampu Memakamkan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung