- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menginstruksikan percepatan Survei Seismik 2D Gerbera untuk mencari cadangan migas pada 15 Agustus 2026.
- Proses lelang kegiatan seismik ditargetkan selesai akhir Agustus 2026 dan tim ahli mulai turun ke lapangan pada awal September mendatang.
- Survei bawah permukaan ini diharapkan mampu membuktikan potensi cadangan migas guna memperkuat ketahanan energi serta menggerakkan ekonomi daerah.
SuaraLampung.id - Di bawah hamparan tanah Lampung, tersimpan sebuah misteri besar yang berpotensi mengubah peta ekonomi provinsi ini selamanya.
Sebuah misi ambisius bertajuk Survei Seismik 2D Gerbera kini tengah dipersiapkan untuk membedah rahasia di bawah permukaan (subsurface) guna mencari cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang selama ini tersembunyi.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara tegas menginstruksikan percepatan pelaksanaan survei ini. Baginya, Gerbera bukan sekadar proyek teknis, melainkan kunci pembuka pintu kemakmuran baru bagi masyarakat Lampung dan ketahanan energi nasional.
Survei seismik 2D Gerbera merupakan langkah krusial untuk memperbarui data kondisi geologi di perut bumi Lampung. Ibarat melakukan rontgen pada kerak bumi, teknologi ini akan memberikan gambaran mendalam mengenai di mana letak cadangan migas berada dan seberapa besar potensinya.
Baca Juga:Drama Begal Boneka Labubu Berakhir Malu: Remaja Jati Agung Dibui Buat Laporan Palsu
"Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pelaksanaan survei ini. Kami mendorong percepatan sebagai upaya nyata menggali potensi cadangan migas di wilayah kita," ujar Gubernur Mirza, Sabtu (15/8/2026).
Gubernur memastikan bahwa seluruh birokrasi, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten, akan bekerja dalam satu irama.
Koordinasi lintas sektor diperketat agar aspek administrasi, lingkungan, hingga komunikasi dengan warga di lokasi survei berjalan tanpa hambatan.
Agenda besar ini memiliki jadwal yang padat. Proses lelang kegiatan seismik ditargetkan tuntas pada akhir Agustus 2026.
Jika semua berjalan sesuai rencana, alat-alat berat dan tim ahli akan mulai bergerak masuk ke wilayah kerja pada awal September mendatang.
Baca Juga:Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
Misi ini diperkirakan memakan waktu enam hingga delapan bulan. Selama periode tersebut, tim akan menyisir daratan Lampung untuk mengumpulkan data akurat.
Data inilah yang nantinya menjadi landasan untuk melakukan pemboran eksplorasi dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Eksplorasi ini membawa harapan besar. Selain menciptakan lapangan kerja dan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah, penemuan cadangan migas di Lampung akan menjadi kontribusi nyata bagi kedaulatan energi Indonesia.
"Ini memiliki arti penting. Lampung berpeluang memiliki cadangan migas yang cukup besar, namun manfaat ekonominya perlu kita buktikan melalui data bawah permukaan yang lengkap," tambah Mirza. (ANTARA)