- Remaja 17 tahun bernama Rangga Adriana diduga terseret arus pantai Pesisir Barat sejak Selasa malam.
- Basarnas Pos SAR Tanggamus memperluas area pencarian hingga 40,08 mil laut pada hari Kamis (24/9/2026).
- Operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan menghadapi kendala cuaca buruk dan dihentikan sementara dengan hasil nihil.
SuaraLampung.id - Sebuah sepeda motor terparkir di area perkebunan menuju arah pantai Pekon Balam, Pesisir Barat. Di dalam joknya, tersimpan celana dan ponsel yang masih utuh. Tak jauh dari sana, sepasang sandal hitam tergeletak begitu saja di atas pasir pantai.
Itulah jejak terakhir dari Rangga Adriana, remaja 17 tahun yang kini hilang tanpa jejak dan diduga kuat terseret arus perairan Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Hingga Kamis (24/9/2026) petang, operasi pencarian maraton yang digelar Tim SAR Gabungan masih menemui jalan buntu.
Rangga belum juga ditemukan, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan keluarga yang telah melaporkan kehilangannya sejak Selasa malam lalu.
Baca Juga:Senjata Masih Terselempang di Tubuh, Mengapa Brida Rizky Ditemukan Tewas di Sungai Mesuji?
Merespons laporan tersebut, tim Basarnas dari Pos SAR Tanggamus langsung bergerak ke titik koordinat. Pada pencarian hari kedua, radius operasi diperluas secara drastis mencakup area seluas 40,08 mil laut persegi berdasarkan kalkulasi pergerakan arus (SAR Map Prediction).
"Pencarian kami bagi menjadi dua sektor utama yakni penyisiran laut menggunakan rubber boat hingga 15 mil laut, dan penyisiran garis pantai sejauh 4 kilometer," terang Komandan Tim Rescuer Basarnas Lampung, Afriandi, Kamis (24/9/2026).
Tak hanya mengandalkan perahu jukung dan perahu karet, tim gabungan yang diperkuat Polairud, BPBD, hingga nelayan lokal turut menerjunkan teknologi pendeteksi sonar bawah air seperti Aqua Eye dan Underwater Search Device (UWSD), didukung penyelam terlatih.
Namun, lautan Pesisir Barat bukan medan yang mudah ditaklukkan. Tim SAR harus berpacu dengan waktu di tengah hempasan ombak setinggi 1,5 meter, tiupan angin kencang, dan gugusan karang tajam yang membahayakan perahu penyelamat.
"Karakteristik perairan di sini sangat kompleks. Gugusan karang membuat pola gelombang sangat dinamis, menyulitkan tim dalam menyisir dan memantau permukaan air secara visual," tambah Afriandi.
Baca Juga:Pencarian Berakhir Duka: Polisi Muda yang Hilang di Sungai Mesuji Ditemukan Tak Bernyawa
Akibat jarak pandang yang makin terbatas dan cuaca yang memburuk, operasi sempat dihentikan sementara pada Kamis petang pukul 16.30 WIB dengan hasil nihil. Pencarian kembali dilanjutkan secara masif pada Jumat (25/9/2026) pagi pukul 07.00 WIB.
Basarnas mengimbau para nelayan maupun warga pesisir untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban melalui Call Center 115 atau Hotline Basarnas Lampung di nomor 0821-8004-8006.