- Bripda Rifki Ardianto ditemukan meninggal dunia pada Jumat pagi setelah terjatuh dari kapal.
- Tim SAR gabungan menemukan jasad korban sejauh 4,5 kilometer dari lokasi awal kejadian di Sungai Mesuji.
- Pencarian melibatkan berbagai instansi dan peralatan bawah air meskipun menghadapi medan sungai yang berat.
SuaraLampung.id - Operasi pencarian intensif selama dua hari terhadap Bripda Rifki Ardianto (23) berakhir dengan kabar duka yang mendalam.
Anggota Polri asal Banyuasin, Sumatera Selatan, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terjatuh dari kapal di perairan Sungai Mesuji, Lampung, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Jasad polisi muda tersebut ditemukan mengapung di titik koordinat 3°9'39,179" LS dan 105°27'11,343" BT atau berjarak sekitar 4,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi awal korban diperkirakan terjatuh.
Komandan Pos SAR Tulang Bawang Feriansyah Putra, mewakili Kepala Kantor SAR Kelas A Lampung Deden Ridwansah, mengonfirmasi bahwa penemuan korban merupakan hasil perluasan penyisiran taktis pada hari kedua operasi.
Baca Juga:Misteri Hilangnya Polisi Muda di Sungai Mesuji: Terjatuh Saat Kawal Kapal Sawit
"Sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa dengan jarak kurang lebih 4,5 kilometer dari titik perkiraan kejadian. Jasad korban langsung dievakuasi dan segera diberangkatkan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Sumatera Selatan," terang Fery, Jumat (11/9/2026).
Keberhasilan penemuan jasad korban tidak diraih dengan mudah. Fery mengungkapkan, tim gabungan di lapangan sempat menghadapi serangkaian medan berat, mulai dari bentang Sungai Mesuji yang luas mencapai 70 meter, nihilnya saksi mata saat detik-detik korban terpeleset ke air, hingga blank spot jaringan komunikasi yang memutus jalur koordinasi cepat.
Kendati demikian, berkat pengerahan perangkat canggih bawah air seperti Aqua Eye dan Underwater Search Device (UWSD), serta armada perahu taktis dari berbagai unsur, jasad korban akhirnya berhasil diidentifikasi sebelum terseret lebih jauh ke perairan lepas.
Operasi kemanusiaan berskala besar ini melibatkan sinergi lintas instansi, mencakup Basarnas Tulang Bawang, jajaran Polres Mesuji, prajurit TNI AL, Satpolairud OKI, personel BPBD Mesuji, rekan sejawat kepolisian, kru kapal, hingga bantuan sukarela warga setempat.
Dengan ditemukannya Bripda Rifki, seluruh rangkaian operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup.
Baca Juga:SAR Lampung Terjunkan 17 Personel Bantu Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi kami nyatakan selesai dan ditutup. Seluruh personel gabungan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berjuang tanpa henti di lapangan," pungkas Fery.