- Seorang pria berinisial MF di Tulang Bawang ditangkap polisi karena melakukan penipuan berkedok asmara melalui aplikasi kencan.
- Pelaku menipu korban dengan janji pernikahan palsu dan dalih bisnis fiktif sejak Desember 2025 hingga Juli 2026.
- Kejahatan tersebut mengakibatkan korban mengalami kerugian total tabungan senilai Rp110 juta serta mendapat intimidasi dari pelaku.
SuaraLampung.id - Berawal dari kecocokan di layar ponsel, berakhir dengan jeratan utang dan trauma batin. Seorang wanita di Kabupaten Tulang Bawang harus menelan pil pahit usai tabungannya senilai Rp110 juta ludes dikuras pria yang dikenalnya lewat aplikasi pencari jodoh.
Pelaku berinisial MF, yang memakai nama samaran Adi Winata, kini resmi mengenakan rompi tahanan. Pelarian pria bertopeng asmara ini terhenti setelah tim gabungan Polsek Menggala dan Tekab 308 Presisi Polres Tulang Bawang menciduknya di Kampung DWT Jaya, Kecamatan Banjar Agung.
Kapolsek Menggala, AKP Irwan Susanto, membeberkan bahwa skenario penipuan bermula pada Desember 2025. Melalui aplikasi pertemanan OMI, pelaku mulai menebar pesona dengan identitas palsunya. Komunikasi yang intens perlahan berubah menjadi hubungan asmara jarak jauh yang tampak meyakinkan.
Demi melucuti keraguan korban, MF melontarkan janji manis berniat serius dan akan segera menikahinya. Setelah korban terbuai angan-angan membina rumah tangga, mesin manipulasi pelaku pun mulai bekerja.
Baca Juga:Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong
Secara bertahap, pelaku mulai meminjam uang dengan dalih modal usaha. Modusnya bervariasi, mulai dari mengaku kekurangan biaya operasional bisnis pertanian cabai skala besar, hingga mengklaim sedang memegang tender proyek perbaikan jalan di Mesuji.
Percaya penuh pada sang "calon suami", korban rutin mentransfer sejumlah uang ke rekening Bank SeaBank milik pelaku.
Aliran dana tersebut berlangsung konsisten selama delapan bulan, sejak Desember 2025 hingga Juli 2026, hingga total kerugian membengkak menembus Rp110 juta.
Tragedi sesungguhnya terjadi ketika korban akhirnya kehabisan uang. Saat permintaan dana berikutnya tak lagi mampu dipenuhi, perangai manis pelaku mendadak lenyap tanpa sisa.
Bukannya memahami, pelaku justru melontarkan kata-kata kasar, mencaci maki, dan melancarkan intimidasi yang membuat korban hidup dalam ketakutan. Dari situ, korban tersadar bahwa janji pernikahan yang selama ini didengarnya hanyalah jebakan love scam.
Baca Juga:Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
"Korban yang merasa terancam dan sadar telah ditipu kemudian melapor ke Polsek Menggala. Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui seluruh dalih bisnis dan proyek tersebut murni rekayasa untuk mengelabui korban," tegas AKP Irwan Susanto.
Dari tangan tersangka, penyidik menyita satu unit ponsel pintar yang digunakan untuk melancarkan aksinya di aplikasi kencan, beserta lembaran riwayat mutasi rekening perbankan.
Atas maraknya kasus serupa, kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah silau dengan profil seseorang di jagat maya, terlebih yang terlalu cepat mengumbar janji pernikahan atau menawarkan investasi bodong.