- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau perbaikan jalur Kalirejo-Pringsewu yang ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2026.
- Pemerintah provinsi membangun jalan beton setebal 31 sentimeter sepanjang 2,7 kilometer dengan nilai investasi Rp23,9 miliar.
- Proyek perbaikan jalan provinsi ini juga mencakup pembangunan gorong-gorong untuk mendukung sistem irigasi pertanian warga sekitar.
SuaraLampung.id - Penantian panjang ribuan pengendara yang setiap hari melintasi jalur penghubung Kabupaten Lampung Tengah dan Pringsewu segera berbuah manis.
Jalur Kalirejo–Pringsewu, yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi namun kerap dikeluhkan karena beban kendaraannya yang ekstrem, ditargetkan bakal merdeka dari kerusakan pada pertengahan Oktober 2026 mendatang.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, usai meninjau langsung progres pengerjaan di lapangan.
Ia menjamin bahwa konstruksi yang tengah digarap bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan pembangunan dengan standar kekuatan tinggi.
Baca Juga:Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban
"Kami sudah memeriksa progresnya. Diharapkan pertengahan Oktober ruas jalan ini sudah bisa digunakan sepenuhnya oleh masyarakat," ujar Gubernur Mirza dengan nada optimis, Sabtu (15/8/2026).
Bukan tanpa alasan Pemprov Lampung memberikan perhatian khusus pada ruas sepanjang 16,3 kilometer ini. Berdasarkan data, jalur ini merupakan salah satu yang tersibuk di Lampung dengan volume kendaraan mencapai 15.000 unit setiap harinya.
Tantangan terberatnya bukan hanya jumlah kendaraan, melainkan jenis muatannya. Truk-truk pengangkut material seperti pasir, kuarsa, hingga batu granit dengan bobot 25-30 ton menjadi makanan sehari-hari jalur ini. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan spesifikasi teknis yang sangat kokoh.
"Penanganan difokuskan pada segmen sepanjang 2,7 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp23,9 miliar. Kami gunakan konstruksi perkerasan kaku (beton) dengan ketebalan mencapai 31 sentimeter," jelas Mirza.
Ketebalan ini dianggap ideal untuk memastikan jalan tidak mudah retak atau amblas meski dihantam beban berat terus-menerus.
Baca Juga:18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus
Perbaikan ini tidak hanya bicara soal aspal dan beton untuk kendaraan. Pemprov Lampung juga menyentuh aspek sosial-ekonomi masyarakat sekitar, khususnya petani.
Proyek ini dilengkapi dengan pembangunan box culvert dan gorong-gorong baru yang dirancang untuk mendukung sistem irigasi lahan pertanian di sepanjang jalur tersebut.
Selain itu, terdapat rabat beton selebar satu meter di sisi jalan untuk memberikan ruang ekstra bagi keamanan pengguna jalan.
Meski jalan sedang dibuat sekuat mungkin, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa infrastruktur memiliki batas kemampuan.
Ia mendorong kendaraan bermuatan besar, terutama truk logistik lintas kabupaten, untuk mulai beralih menggunakan jalur tol.
"Agar infrastruktur yang sudah dibangun dengan biaya besar ini bisa bertahan lama, kami terus mendorong kendaraan muatan besar menggunakan jalur yang sesuai, termasuk jalan tol. Ini penting untuk mengurangi beban berlebih pada jalan provinsi," pungkasnya. (ANTARA)