Drama Penangkapan Joni: Akhir Teror Pria Diduga ODGJ di Pringsewu yang Lukai Bocah 11 Tahun

Pihak kepolisian mengevakuasi Joni ke Rumah Sakit Jiwa Bandar Lampung guna menjalani observasi medis

Wakos Reza Gautama
Selasa, 07 April 2026 | 16:36 WIB
Drama Penangkapan Joni: Akhir Teror Pria Diduga ODGJ di Pringsewu yang Lukai Bocah 11 Tahun
Ilustrasi penangkapan. Joni Muhammad Suwarjo (47), pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan terlibat dalam kasus penganiayaan berat terhadap seorang bocah berusia 11 tahun di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, akhirnya berhasil diamankan. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Polisi berhasil menangkap Joni Muhammad Suwarjo di rumahnya, Pekon Sidodadi, pada Senin (6/4/2026) tanpa perlawanan berarti.
  • Penangkapan dilakukan setelah Joni diduga melakukan kekerasan terhadap anak berusia 11 tahun akibat terpicu lemparan batu.
  • Pihak kepolisian mengevakuasi Joni ke Rumah Sakit Jiwa Bandar Lampung guna menjalani observasi medis lebih lanjut.

SuaraLampung.id - Pagi itu, Senin (6/4/2026), suasana di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, tampak lebih tegang dari biasanya. Sejumlah petugas berpakaian preman tampak bersiaga di sudut-sudut jalan, mata mereka tak lepas dari sebuah rumah yang dihuni oleh Joni Muhammad Suwarjo (47).

Joni bukanlah buronan kriminal biasa. Ia adalah seorang pria yang hidup dalam sunyi, namun diduga menyimpan guncangan jiwa yang hebat.

Namanya mencuat setelah sebuah insiden berdarah pada 15 Maret lalu, di mana seorang bocah berusia 11 tahun menjadi korban amukan emosionalnya hingga mengalami luka serius.

Menangkap Joni bukanlah perkara mudah. Pada upaya-upaya sebelumnya, pria ini selalu bersiap dengan senjata tajam di sisinya, siap menerjang siapa pun yang dianggap mengusik dunianya. Polisi menyadari, salah langkah sedikit saja bisa berakibat fatal bagi petugas maupun Joni sendiri.

Baca Juga:Kabur dari Meja Operasi RS dengan Peluru di Kaki, Ganden Akhirnya Tumbang di Tangerang

Namun, kesabaran aparat membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas mendapati Joni tengah duduk santai di dalam rumahnya. Ini adalah "momen emas" yang ditunggu-tunggu.

“Kami bergerak cepat dan terukur. Saat pelaku dalam kondisi lengah, petugas segera masuk untuk mengamankan sebelum ia sempat menjangkau senjata tajam yang biasa ada di dekatnya,” ungkap Kapolsek Pagelaran, Iptu Agus Dharmawan.

Tragedi yang menimpa bocah malang di Sidodadi itu sebenarnya dipicu oleh hal sepele yaitu lemparan batu ke arah rumah Joni.

Bagi anak-anak, mungkin itu hanya candaan atau keisengan belaka. Namun bagi Joni, lemparan itu adalah serangan yang menyulut reaksi emosional yang tak terkendali.

Hasil pendalaman polisi menunjukkan bahwa Joni yang tinggal sebatang kara ini sebenarnya tidak agresif. Namun, gangguan kejiwaan membuatnya menjadi sangat reaktif.

Baca Juga:Berpacu dengan Waktu di Rantau Tijang: Riza Hilang Usai Diterjang Arus Sungai Sepulang dari Sawah

Sebutir batu yang mengenai dinding rumahnya cukup untuk meruntuhkan pertahanan mentalnya dan mengubahnya menjadi sosok yang membahayakan.

“Ia cenderung reaktif jika merasa terganggu. Itulah yang diduga kuat menjadi pemicu aksi kekerasan terhadap korban beberapa waktu lalu,” jelas Iptu Agus.

Setelah berhasil diamankan tanpa pertumpahan darah, Joni tidak dibawa ke sel tahanan biasa. Menyadari kondisi mentalnya, petugas segera mengevakuasi Joni ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandar Lampung. Di sana, ia akan menjalani observasi mendalam dan penanganan medis yang layak.

Langkah ini diapresiasi luas oleh warga. Kolaborasi antara Polsek Pagelaran, aparatur kecamatan, tenaga medis, dan masyarakat setempat menjadi bukti nyata keberhasilan program "Jaga Lampung" dan "Sabuk Kamtibmas".

“Kami mengapresiasi sinergi masyarakat. Keamanan dan ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi yang humanis, potensi gangguan bisa dicegah sejak dini tanpa harus ada kekerasan,” pungkas Kapolsek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak