"Termasuk komunikasi dengan PDIP Metro kami juga lakukan. Bisa saja nanti dari PDIP wakilnya, apalagi banyak kader PDIP Metro yang bagus," tambahnya.
Wahdi menuturkan, pihaknya ingin bakal calon wakil wali kota yang akan mendampinginya nanti mau berjuang bersama membangun Kota Metro dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kelompok atau golongan.
"Alangkah baiknya antara kepala daerah dan wakil kepala daerah itu bersama beriringan untuk memajukan Kota Metro. Dan yang paling penting itu kepentingan full untuk masyarakat bukan kelompok atau golongan," ucap Wahdi.
Ketua Bappilu PDIP Lampung Umar Ahmad mengatakan, surat tugas ini merupakan salah satu syarat dikeluarkannya rekomendasi dari DPP.
Baca Juga:Coklit Pilkada 2024, KPU Sasar Ponpes di Bandar Lampung
"Surat tugas ini bersifat dua arah ya, untuk Pak Wahdi dan juga kader PDIP. Struktur partai diminta untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan Pak Wahdi di Metro ini," ujarnya.
"Surat ini juga merupakan simbol penilaian dari PDIP tentang kinerja Pak Wahdi selama memimpin Metro. Karena itu kami ingin mempersembahkan kepada beliau yang kedua kalinya. Tentunya untuk kemajuan Kota Metro," kata Umar.
Sedangkan untuk bakal calon wakil wali kota, dalam surat tugas tersebut DPP memang menyerahkan sepenuhnya kepada bakal calon wali kota Wahdi dan nantinya yang akan menentukan adalah DPP PDIP.
Namun, pihaknya berharap agar bakal calon wali kota Wahdi nantinya memilih kader PDIP Metro untuk menjadi bakal calon wakil wali kota.
"Saya kira dalam koalisi itu parpol boleh menyampaikan harapan-harapannya. Begitu juga dengan kami, agar kerja sama yang lebih erat lagi tentu kami ingin kader PDIP Metro ini bisa mendampingi Pak Wahdi," ujarnya.
Baca Juga:Menuju Kursi Metro 1: Wahdi Kantongi Rekomendasi Nasdem, Demokrat Menyusul?
"Tapi keputusannya itu kewenangan ada di DPP. Ini hanya harapan dari semua kader," katanya. (ANTARA)