Sampah Menggunung, DLH Metro Gencar Bentuk Bank Sampah Hingga ke Pelosok RT

keberadaan bank sampah sangat efektif untuk mengurangi jumlah sampah

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 28 Juni 2024 | 11:05 WIB
Sampah Menggunung, DLH Metro Gencar Bentuk Bank Sampah Hingga ke Pelosok RT
Ilustrasi bank sampah di Metro. DLH Metro mendorong masyarakat membentuk bank sampah. [ISTIMEWA]

SuaraLampung.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro mendorong masyarakat membentuk bank sampah hingga di tingkat RT untuk mengurangi volume sampah.

Kepala DLH Kota Metro Ardah mengatakan, keberadaan bank sampah sangat efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo.

"Kondisi TPAS kita ini kan sudah lama sekali ya dan memang sampahnya sudah menggunung. Makanya kami upayakan agar TPAS ini bisa terus menampung sampah di Kota Metro ini," ujar Ardah, Kamis (27/6/2024).

Selain akan mengubah TPAS dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, DLH juga berdayakan masyarakat untuk membentuk bank sampah.

Baca Juga:Pengangguran di Kota Metro Turun Signifikan, Ini Rahasianya

Dia menjelaskan, biasanya jumlah sampah yang masuk ke TPAS Karangrejo sekitar 120 ton. Dengan adanya bank sampah di Kota Metro saat ini, jumlah sampah yang masuk TPAS di bawah 100 ton.

"Kemudian kami juga olah sampah di TPAS itu di Pusat Daur Ulang (PDU) terus kami buat paving blok. Ini yang terus kami lakukan. Kemudian, landfill yang tidak aktif itu kami tutup dengan terpal untuk mengurangi bau dan juga lalat," katanya.

Ardah menuturkan, dalam pembentukan bank sampah, DLH bekerja sama dengan TP PKK Kota Metro dan Dasawisma agar bisa menjangkau hingga ke tingkat rumah tangga.

"Melalui TP PKK Kota Metro kami melakukan kerja sama dengan masyarakat untuk menggalakkan program bank sampah. Selain itu, kami juga melibatkan ibu-ibu Dasawisma untuk melakukan kerja sama guna mengoptimalkan program bank sampah ini," ujarnya.

Menurutnya, saat ini 22 kelurahan di Kota Metro memiliki bank sampah unit (BSU). Masing-masing BSU mempunyai bank sampah lainnya hingga tingkat RT dan kini sudah merambah ke tingkat sekolah.

Baca Juga:4 Selebgram Wanita Asal Metro yang Mempromosikan Judi Online Bagian dari Jaringan Kamboja

"BSU ini satu kelurahan ada satu. Satu BSU punya unit bank sampah ke tingkat rumah tangga dan sekolah. Anak-anak sekolah diminta untuk membawa sampah plastik dari rumahnya untuk dijual ke bank sampah itu," kata dia.

Ardah mengimbau masyarakat agar mempunyai dua tempat sampah di rumahnya masing-masing atau minimal memiliki kantong sampah untuk memisahkan antara sampah plastik dan sampah organik.

"Pemberdayaan ini yang terus kami dorong. Karena hasilnya juga lumayan, sampah plastik bisa dijual ke bank sampah itu. Kan bisa menambah penghasilan masyarakat," katanya.

"Memang belum semua masyarakat melakukan ini. Kami harus bersabar agar masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan dikelola sampah plastiknya," ujar Ardah. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak