Antrean Panjang Kendaraan Memburu Solar di SPBU Lampung Timur

para konsumen harus rela mengantre berjam-jam di SPBU di Lampung Timur.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 21 Desember 2023 | 14:53 WIB
Antrean Panjang Kendaraan Memburu Solar di SPBU Lampung Timur
Antrean kendaraan di SPBU Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Kamis (21/12/2023) siang. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

SuaraLampung.id - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang terjadi sejak tiga bulan lalu di Kabupaten Lampung Timur belum juga teratasi.

Hingga kini para konsumen harus rela mengantre berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lampung Timur.

Seperti yang terlihat di SPBU 24.341.118 Bandar Sribhawono. Puluhan mobil tampak mengantre solar. Eko, sopir mobil pembawa sayuran, mengaku sudah satu jam antre di SPBU tersebut.

"Saya sengaja berangkat jam 1 siang soalnya kalau pagi antrean panjang. Tapi resiko siang bisa juga tidak kebagian solar," kata Eko.

Baca Juga:Sekolah MI NU Maarif di Lampung Timur Kebakaran, Pihak Yayasan Endus Kejanggalan

Pengakuan dia, di pagi hari antrean kendaraan bisa sampai 500 meter, namun kalau siang sudah semakin berkurang.

Menurut Eko antre solar berjam-jam ini sudah terjadi 3 bulan terakhir. Bahkan kata Eko, antrean panjang kendaraan tidak hanya di satu SPBU.

Di beberapa SPBU yang sering Eko lintasi terutama rute Lampung Timur - Kota Metro juga terlihat antrean panjang kendaraan.

Jika tidak bisa membeli solar di SPBU karena habis atau enggan mengantre, Eko memilih membeli solar eceran yang harganya jauh lebih mahal bila dibanding di SPBU.

"Kalau di eceran harga 9 sampai 10 ribu per liter, kalau di SPBU hanya 6,8 ribu. Kalau beli di eceran setiap hari rugia saya mas. Tapi anehnya di eceran tidak pernah telat solar," keluh Eko.

Baca Juga:Langgar Kode Etik, Anggota Humas Polres Lampung Timur Dipecat

Sementara itu pengakuan dari pengawas SPBU 24.341.128 Bandar Sribhawono Welly Kurniawan bahwa kondisi solar di SPBU tempat bekerja relatif stabil.

Dia membenarkan memang setiap hari terjadi antrean namun tetap tertib setiap hari tidak pernah kosong. Dalam satu hari SPBU tempat bekerja mendapat kuota 8 ton. Dari 8 ton bisa bertahan hingga 7 jam.

"Setiap hari kami dapat kuota solar 8 ton jika datang jam 10 pagi maka jam 5 sore pasti habis, kami juga selalu mengawasi pembeli pembeli nakal," kata Welly.

Pembeli nakal dimaksud yaitu, pembeli tidak boleh melakukan pembelian dua kali dalam satu hari sehingga untuk mengantisipasi pekerja karyawan SPBU tersebut ada yang khusus mengawasi dan mencatat nomor polisi kendaraan.

"Pembeli juga harus menggunakan barcode sehingga satu orang tidak bisa membeli dua kali dalam sehari. Untuk mobil kami catat nomor polisinya," kata Welly.

Kontributor : Agus Susanto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak