Pajak Tumbuh 22 Persen, Sektor Perdagangan dan Otomotif Topang Napas Ekonomi Lampung-Bengkulu

Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung menghimpun pajak sebesar Rp1,61 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:44 WIB
Pajak Tumbuh 22 Persen, Sektor Perdagangan dan Otomotif Topang Napas Ekonomi Lampung-Bengkulu
ILustrasi pajak. Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung mencatat realisasi pendapatan di sektor pajak di wilayahnya mencapai Rp1,61 triliun di triwulan I 2026. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung menghimpun pajak sebesar Rp1,61 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026.
  • Pencapaian tersebut tumbuh 22,22 persen secara tahunan yang didorong sektor perdagangan, industri pengolahan, serta administrasi pemerintahan.
  • Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan kontribusi signifikan menjadi 3,77 persen pada kuartal pertama tahun 2026.

SuaraLampung.id - Geliat ekonomi di gerbang selatan Sumatera dan Bumi Rafflesia menunjukkan sinyal positif di awal tahun 2026. Bukan sekadar angka di atas kertas, denyut nadi aktivitas pasar, industri, hingga belanja pemerintah tercermin nyata dalam catatan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, negara berhasil menghimpun pajak pembangunan sebesar Rp1,61 triliun dari wilayah ini.

Angka ini bukan pencapaian biasa. Ada pertumbuhan signifikan sebesar 22,22 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year).

Jika menilik lebih dalam, siapa sebenarnya penyumbang terbesar di balik triliunan rupiah tersebut? Rupanya, sektor perdagangan besar serta reparasi mobil dan sepeda motor masih memegang mahkota sebagai kontributor utama.

Baca Juga:Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari

Dengan sumbangsih mencapai 26,64 persen, sektor ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok maupun tren otomotif tetap kokoh.

Tak hanya itu, sektor industri pengolahan juga terus mengepulkan asap produktivitasnya dengan kontribusi 24,73 persen dan pertumbuhan yang meyakinkan di angka 17,20 persen.

"Realisasi per Maret ini sudah mencapai 16,40 persen dari total target tahunan kita sebesar Rp9,85 triliun," ujar Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Eddy Prayitno, Rabu (13/5/2026).

Ada fenomena menarik dalam potret pajak kali ini. Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mencatatkan lonjakan pertumbuhan yang sangat tajam, yakni mencapai 58,60 persen.

Hal ini mengindikasikan adanya akselerasi penyerapan anggaran dan aktivitas birokrasi yang jauh lebih masif dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta

Namun, di tengah tren positif tersebut, terselip kabar kurang sedap dari sektor fundamental. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang selama ini menjadi identitas wilayah Lampung dan Bengkulu justru mengalami kontraksi alias penurunan sebesar 25,75 persen. Kontribusinya pun kini hanya tersisa di angka 3,77 persen. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak