SuaraLampung.id - Habib Muhammad Aljufri geram dilaporkan ke polisi oleh asisten rumah tangganya asal Tanggamus, Lampung, bernama Yunita Sari atas dugaan penganiayaan.
Yunita Sari bersama tim kuasa hukumnya melaporkan Habib Muhammad Aljufri ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan.
Laporan ini dilayangkan setelah Habib Muhammad Aljufri menuding Yunita Sari telah mencuri uang miliknya dan milik ibunya.
"Ada maling teriak maling. Hukum sedang berproses. Kita pakai data dan bukti," tulis Habib Muhammad Aljufri di akun Instagramnya menanggapi laporan Yunita Sari.
Baca Juga:ART Asal Tanggamus Bantah Mencuri, Laporkan Habib Muhammad Aljufri Atas Dugaan Penganiayaan
Habib Muhammad Aljufri membantah pernyataan kuasa hukum Yunita Sari bahwa Yunita memang sengaja diberi kepercayaan memegang kartu ATM untuk mengurus keperluan ibu Habib Aljufri.
Menurut Habib Aljufri dirinya tidak sebodoh itu mempercayakan kartu ATM dan pin ATM ke seorang asisten rumah tangga (ART).
"Ane rasa orang bodoh mana yang mau ngasih tau pin ATM ke ART? sehingga rela dibobol puluhan juta, kita ga sebodoh itu pak," kata Habib Muhammad Aljufri.
Menurut dia, Yunita Sari mencuri kartu ATM dari tas ibunya dan dari dompetnya. Mengenai pin ATM yang diketahui Yunita Sari, Aljufri menduga itu karena Yunita mendengar percakapannya dengan sang ibu mengenai pin ATM.
Menurut Aljufri sangat tidak masuk akal dirinya dan ibunya sengaja menitipkan kartu ATM dan pinnya ke orang lain apalagi ke ART.
Baca Juga:Viral ART Asal Tanggamus Lampung Bobol ATM Habib Muhammad Aljufri, Pelaku Kini Buron
Habib Muhammad Aljufri juga membantah perkataan kuasa hukum Yunita Sari yang menyebut dirinya sengaja menuduh Yunita Sari sebagai pencuri untuk dijadikan konten.
"Niat banget ane bang mau bikin konten begini. Liat dong konten-konten yang ane buat bukan model yang beginian. Gila aje mau buat konten beginian. Sampah banget bikin konten beginian," ujar dia.
Habib Muhammad Aljufri mengaku tak peduli difitnah oleh Yunita Sari dan kuasa hukumnya. Ia melakukan ini demi membela sang ibu yang menjadi korban pencurian.
"Apapun bakal ane korbanin buat ibu kandung ane. Kok orang pinter mau dibahlulin maling. Nyari ape bang? Nyari pamor?" sindir Aljufri ke pengacara Yunita Sari.
Sebelumnya viral video seorang asisten rumah tangga atau ART asal Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, membobol ATM milik Habib Muhammad Aljufri.
Video ini diunggah Habib Muhammad Aljufri di akun Instagramnya @myou_aljufri. Dalam video itu terlihat ART bernama Yunita Sari duduk sambil menutupi mukanya.
Di depannya, ada uang jutaan rupiah dalam pecahan Rp50 ribu dan dua kartu ATM. Menurut Habib Muhammad Aljufri, Yunita adalah ART yang bekerja di rumahnya di Depok, Jawa Barat. Yunita pamit keluar rumah ternyata mengambil uang dari ATM milik majikannya.
"Ini pembantu saya namanya Yunita. Dia barusan keluar, ada ngambil uang cash di kantongnya ada ATM saya, ATM mama saya," ujar Habib dalam rekaman video.
Menurut Habib Muhammad Aljufri, hari itu Yunita mengambil uang dari ATM bank BSI mililknya sebesar Rp5 juta. Hari sebelumnya Yunita mengambil uang dari ATM Habib Muhammad Aljufri sebanyak Rp5 juta.
"Aslinya orang Lampung. Total sudah 11 juta kehilangan. Hati-hati sama perampok atau maling berkedok asisten rumah tangga seperti ini," pesan Habib Muhammad Aljufri.
Yunita Sari membantah kabar dirinya mencuri uang milik ibu Habib Muhammad Aljufri. Bahkan Azis Affandi, kuasa hukum Yunita Sari, menyebut kabar yang disebarkan Habib Aljufri adalah hoaks.
Dikutip dari akun Instagram @seputar_lampung, terlihat Yunita Sari didampingi tiga orang berada di Polres Metro Jakarta Selatan melaporkan Habib Aljufri atas dugaan tindak pidana penganiayaan.
Menurut Azis, kliennya adalah ART yang bertugas mengurus segala keperluan ibu Habib Aljufri. Itulah mengapa kata Azis, Yunita memegang kartu ATM dan tahu pinnya.
"Makanya dia memegang ATM itu dan tahu pinnya, karena sewaktu-waktu ia harus mengambil uang sendiri untuk membeli kebutuhan ibu majikannya tersebut," beber Azis Affandi dikutip dari akun Instagram @seputar_lampung, Senin (11/12/2023).
Saat kejadian, Yunita Sari memang baru mengambil uang dari ATM Bank BSI. Uang itu diambil untuk keperluan ibu Habib Muhammad Aljufri.
Yunita mengaku sempat mengalami kekerasan dari Habib Muhammad Aljufri. Menurut Antonio Simbolon, kuasa hukum Yunita, tuduhan pencurian itu sengaja dilontarkan Habib Muhammad Aljufri untuk menutupi kekerasan yang dilakukan terhadap Yunita.
"Jadi dia melakukan tindak pidana penganiayaan untuk keperluan konten. Sehingga klien kami merasa dirugikan oleh karena dianiaya dituduh melakukan pencurian, itu tidak benar. Sehingga perkara ini kami laporkan ke Direskrim Polres Metro Jakarta Selatan," ujar Antonio.
Azis Affandi menambahkan, Yunita dipaksa dan terpaksa mengaku mengambil uang seperti dalam video yang beredar, karena takut bakal mendapat kekerasan.
"Ternyata benar apa yang dikhawatirkan. Dia langsung ditabok pipi kiri dan kanannya, kedua tangan ditarik, dibanting sampai bercucuran darah," ucapnya.
Melihat itu, lanjut Azis, majikan ketakutan dan langsung mengambil perban dan membersihkan darahnya. Lantas Yunita disuruh mandi dan disekap di dalam kamar.
Masih menurut Azis, Yunita baru bisa keluar kamar keesokan harinya dengan alasan ingin buang air kecil. Sampai kemudian ada celah bagi Yunita untuk kabur.