facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus COVID-19 Meningkat, Pemerintah akan Berlakukan Syarat Vaksin Booster bagi Pelaku Perjalanan

Wakos Reza Gautama Senin, 04 Juli 2022 | 20:05 WIB

Kasus COVID-19 Meningkat, Pemerintah akan Berlakukan Syarat Vaksin Booster bagi Pelaku Perjalanan
Ilustrasi vaksin booster. Pemerintah akan berlakukan syarat vaksin booster bagi pelaku perjalanan. [Foto: dok. BIN]

Keputusan memberlakukan syarat vaksin booster ini diambil saat rapat terbatas kabinet

SuaraLampung.id - Pemerintah akan kembali memberlakukan syarat vaksin booster bagi pelaku perjalanan dalam dua pekan ke depan.

Keputusan memberlakukan syarat vaksin booster ini diambil saat rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (4/7/2022).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan syarat vaksin booster ini diatur melalui peraturan Satgas Penanganan Covid-19 dan peraturan turunan lainnya.

"Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi," kata Luhut dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Kasus Harian Covid Indonesia Bertambah 1.434, Terbanyak di Jakarta

Berdasarkan data dari berbagai sumber ditemukan bahwa peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara terjadi begitu signifikan, seperti di Prancis, Italia, dan Jerman.

Kenaikan signifikan juga terjadi di negara tetangga, Singapura. Kendati demikian, kabar baiknya, Indonesia menempati posisi terendah pada kasus harian terhadap populasi, jika dibandingkan beberapa negara tetangga lainnya.

Penerapan kebijakan booster sebagai syarat mobilitas dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah.

Berdasarkan data PeduliLindungi, dari rata-rata orang masuk mal per hari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah booster.

Di tengah peningkatan kasus yang terjadi, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat antibodi masyarakat akan semakin berkurang.

Baca Juga: Syarat Perjalanan Terbaru Kini Wajib Vaksin Booster

"Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi," ungkap Luhut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait