SuaraLampung.id - Leli Agustin (20), mahasiswi pemberani, menjadi korban perampokan BRI Link Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur.
Leli melawan perampok yang menggasak uang Rp50 juta dari tempatnya bekerja di BRI Link Way Bungur, Lampung Timur.
Biar perampok membawa senjata api rakitan, Leli tak gentar mengejar si perampok.
Bahkan mahasiswi Universitas Nadhlatul Ulama Lampung ini sempat menarik motor perampok yang ingin kabur.
Baca Juga:Melawan, Perampok Sadis BRI Link Way Bungur Lampung Timur Ditembak Polisi
Mendapat perlawanan dari Leli, perampok menembak kepala Leli dari jarak dekat. Leli tewas di tempat.
Mursidi orang tua Leli, tak heran anaknya berani melawan perampok bersenjata api saat peristiwa perampokan BRI Link Way Bungur, terjadi.
Menurutnya, Leli memiliki jiwa berani karena terdidik di sebuah perguruan pencak silat Pagar Nusa.
"Iya anak saya memang aktif ikut pencak silat Pagar Nusa, meskipun perempuan mentalnya sudah terlatih, sehingga nekat mencegah pelaku perampokan hingga berakhir fatal," ungkapnya, Minggu (30/1/2022).
Leli ikut berlatih bela diri tradisional khas Indonesia itu karena mengikut jejak sang ayah yang menjadi pengurus pencak silat Pagar Nusa di Kecamatan Way Bungur.
Baca Juga:Dulu Pekerja Ilegal di Hutan TNWK, Sumari Tobat Beralih Jadi Pelestari Lingkungan lewat Mangrove
Pelaku penembakan Leli sendiri sudah ditembak mati aparat kepolisian. Ini membuat hati Mursidi lega.