Saat ini, sebanyak 20 tenaga kesehatan disiapkan di kapal tersebut.
"Terima kasih kepada Kementerian terkait yakni Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Menko Perekonomian dan Kepala BNPB serta lainnya yang segera merespons sehingga kapal ini bisa sampai di Lampung," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan pasien yang akan dirawat di kapal tersebut adalah seseorang yang dikategori positif COVID-19 tanpa gejala.
Ia menyebutkan kapal tersebut akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri.
Baca Juga:Hari Ini, Positif Covid-19 RI Tambah 22.053 Orang, Angka Kematian Tembus 1.492 Jiwa
"Ini menghindari masyarakat yang positif COVID-19 untuk isolasi mandiri di rumah karena kita takutkan di rumah itu ada orang tua yang rentan dan juga ada anak-anak," ujar Reihana.
Reihana menjelaskan pasien yang dirawat di kapal ini nantinya berkoordinasi dengan pihak puskesmas.
"Mereka (puksesmas,red) harus memantau jika ada yang positif langsung dikirim ke sini," katanya.
Reihana mengatakan, selain perawat dan dokter, juga disiapkan para ahli gizi untuk melihat makanan yang disajikan untuk pasien.
Pada kesempatan yang sama, Kapten Herman Obrein selaku nakhoda kapal mengatakan kapal ini menyiapkan dua dek untuk ruangan isolasi.
Baca Juga:13 Kali Curi Kursi di Teras Rumah Warga, Pelaku Angkut Kursi Curian Gunakan Motor
Selain itu, juga disiapkan dek khusus untuk tenaga kesehatan dan tenaga kerja lainnya. Pihaknya menyiapkan 50 tenaga kerja di kapal. "Kita siapkan juga jogging track dan ruang olahraga," ujarnya. (ANTARA)