Wakos Reza Gautama
Rabu, 03 Juni 2026 | 10:26 WIB
Ilustrasi Pelabuhan peti kemas Panjang. Provinsi Lampung mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 332,19 juta dolar AS pada April 2026. [Lampungpro.co]
Baca 10 detik
  • Provinsi Lampung mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 332,19 juta dolar AS pada April 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi.
  • Nilai ekspor Lampung melonjak 43,29 persen menjadi 504,59 juta dolar AS, didorong oleh komoditas minyak nabati, mineral, serta rempah-rempah.
  • Amerika Serikat menjadi mitra dagang utama Lampung untuk ekspor minyak nabati serta penyedia impor teknologi transportasi dan kereta.

SuaraLampung.id - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Provinsi Lampung masih bisa menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri yang tangguh sepanjang April 2026.

Neraca perdagangan luar negeri Lampung membukukan surplus sebesar 332,19 juta dolar AS. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan sebuah lompatan besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang menyentuh 238,41 juta dolar AS.

"Kinerja positif ini menegaskan ketangguhan aktivitas perdagangan internasional Lampung yang tetap terjaga," ujar M. Sabiel Adi Prakasa, Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, Selasa (2/6/2026).

Nilai ekspor Lampung pada April 2026 meledak hingga 504,59 juta dolar AS, meroket 43,29 persen dibandingkan April tahun sebelumnya.

Tiga komoditas utama menjadi andalan Lampung di pasar ekspor. Lemak dan minyak hewan/nabati masih menjadi raja dengan andil mencapai 47,17 persen, disusul oleh bahan bakar mineral, serta aroma khas kopi, teh, dan rempah-rempah yang merambah berbagai benua.

Amerika Serikat kini menjadi mitra paling setia dengan nilai serapan ekspor mencapai 290,01 juta dolar AS, diikuti oleh raksasa Asia, Tiongkok, dan Pakistan yang menjadi pasar utama bagi minyak nabati Lampung.

Menariknya, hubungan dagang Lampung dengan Amerika Serikat bersifat dua arah yang unik. Lampung mengirimkan minyak nabati ke Negeri Paman Sam, sebaliknya, Lampung mendatangkan teknologi transportasi dari sana.

Dari total nilai impor April sebesar 172,40 juta dolar AS, komoditas yang paling menonjol adalah gerbong kereta api dan trem beserta suku cadangnya yang didatangkan langsung dari Amerika Serikat.

Selain itu, Lampung juga mendatangkan gula dari Thailand serta ternak hidup dari Australia untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Baca Juga: Emas Melambung, Sekolah Murah: Ekonomi Lampung di Mei 2026

Meski secara kumulatif (Januari-April) nilai ekspor sedikit terkoreksi 2,09 persen, namun tajamnya penurunan impor hingga 39,04 persen justru mengamankan posisi neraca perdagangan Lampung dalam zona surplus yang gemuk. (ANTARA)

Load More