- BPS Lampung mencatat inflasi tahunan sebesar 1,94 persen pada Mei 2026 yang dipicu kenaikan harga emas dan pangan.
- Sektor pendidikan mengalami deflasi tajam sebesar 17,97 persen pada jenjang SMP dan SMA di wilayah Provinsi Lampung.
- Kabupaten Mesuji mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 2,82 persen, sementara Bandar Lampung menjadi wilayah dengan inflasi terendah saat ini.
SuaraLampung.id - Memasuki pertengahan tahun 2026, wajah ekonomi Provinsi Lampung menampilkan dua sisi koin yang kontras. Di satu sisi, kilau emas perhiasan dan aroma pedas cabai membuat kantong warga sedikit lebih tipis. Di sisi lain, ada kabar sejuk dari bangku sekolah yang justru mengalami penurunan biaya secara signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat, inflasi tahunan di Bumi Ruwa Jurai pada Mei 2026 bertengger di angka 1,94 persen.
"Inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran," ujar M. Sabiel Adi Prakasa, Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, dalam pemaparan daring pada Selasa (2/6/2026).
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi juara inflasi dengan kenaikan mencapai 9,25 persen. Hal ini dipicu oleh emas perhiasan. Komoditas ini memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,45 persen.
Tak hanya emas, urusan perut juga memberikan tekanan. Daging ayam ras, beras, dan minyak goreng tetap konsisten menjadi penyumbang kenaikan harga bagi masyarakat Lampung.
Namun, di tengah naiknya harga barang konsumsi, sektor pendidikan justru memberikan kejutan besar. BPS mencatat kelompok pendidikan mengalami deflasi yang sangat tajam, yakni sebesar 17,97 persen.
Penurunan indeks harga pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menahan laju inflasi agar tidak terbang lebih tinggi.
Secara geografis, denyut inflasi di Lampung tidak berdetak seragam. Kabupaten Mesuji mencatatkan diri sebagai wilayah dengan inflasi tahunan tertinggi, menembus angka 2,82 persen.
Sementara itu, Ibu Kota Provinsi, Bandar Lampung, justru menjadi wilayah yang paling tenang dengan tingkat inflasi terendah di angka 1,79 persen.
Baca Juga: Memburu Bandit, Menemukan Peledak: Teka-teki Granat di Rumah DPO Pesawaran
Jika menilik data bulanan (Mei dibanding April 2026), Lampung mengalami inflasi sebesar 0,82 persen. Kali ini, Geng Cabai, mulai dari cabai merah, cabai rawit, hingga bawang merah dan tomat—menjadi aktor utama di balik merangkaknya harga-harga. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Memburu Bandit, Menemukan Peledak: Teka-teki Granat di Rumah DPO Pesawaran
-
8 Senjata Api dan Satu Granat: Operasi Kilat Polda Lampung Ringkus 95 Pelaku Kejahatan
-
Viral Akrobat Bajing Loncat di Atas Truk Pupuk Berakhir di Balik Jeruji Polsek Panjang
-
Kabar Gembira Bagi Warga Taat PKB: Pemprov Lampung Beri Diskon hingga 25 Persen
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Fluktuasi Pasar Modal
-
Pabrik Ekstasi Rumahan di Tulang Bawang Digerebek Polisi: Kontrakan Disulap Jadi Lab Narkoba
-
Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api
-
Tragedi Tengah Malam di Mesuji: Tepergok Curi Getah Karet, Pria 45 Tahun Tewas Diamuk Warga
-
Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung