- Brigadir Arya Supena tertembak saat memergoki dua pelaku curanmor di Jalan ZA Pagaralam, Bandar Lampung, Sabtu subuh.
- Pelaku menembak kepala korban menggunakan senjata api lalu melarikan diri setelah sempat mengancam warga sekitar lokasi kejadian.
- Brigadir Arya kini dalam kondisi kritis di RS Bhayangkara dan polisi sedang mengamankan barang bukti kunci T pelaku.
SuaraLampung.id - Sabtu subuh (9/5/2026), saat langit Labuhan Ratu masih remang dan udara dingin menyelimuti Kota Bandar Lampung, sebuah tragedi pecah di depan Toko Yussy Akmal, Jalan ZA Pagaralam.
Suasana tenang seketika berubah menjadi mencekam ketika suara letusan senjata api memecah kesunyian, menyisakan pemandangan memilukan di pinggir jalan.
Brigadir Arya Supena (32), seorang anggota Polda Lampung, kini harus berjuang melewati masa kritis di RS Bhayangkara.
Ia menjadi korban keberingasan komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) yang tak segan melepaskan tembakan maut saat aksi mereka terpergok.
Peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Brigadir Arya baru saja tiba di lokasi dengan sepeda motor Honda Beat Street miliknya.
Namun, insting kepolisiannya langsung bereaksi tajam saat melihat dua pria mencurigakan sedang mengutak-atik kunci stang sebuah motor Honda Beat biru putih milik karyawan toko.
Tanpa ragu, Arya mendekat dan menegur kedua pria tersebut. Alih-alih melarikan diri karena takut, salah satu pelaku justru mencabut senjata api. Dalam jarak yang sangat dekat, pelaku menarik pelatuknya.
Timah panas itu menerjang kepala bagian samping kanan Brigadir Arya hingga tembus ke bagian kiri. Tubuh sang brigadir tersungkur di lokasi kejadian, sementara pelaku sempat mengalami kepanikan hingga senjata apinya terjatuh ke tanah.
Setelah sempat mengambil kembali senjata apinya yang terjatuh, kedua pelaku langsung tancap gas berboncengan.
Tak hanya menembak polisi, pelaku yang kalap juga menodongkan senjata api ke arah warga untuk memastikan pelarian mereka tidak terhambat.
Baca Juga: Gadis Remaja di Bandar Lampung Jadi Korban Predator Berkedok Lowongan Kerja
Mereka menghilang di telan keremangan subuh, meninggalkan Brigadir Arya yang bersimbah darah dan sebuah kunci T yang tertinggal sebagai bukti bisu kejahatan mereka.
Hingga saat ini, kondisi Brigadir Arya dikabarkan masih kritis. Pihak RS Bhayangkara Polda Lampung tengah melakukan tindakan medis maksimal untuk menyelamatkan nyawa sang Bhayangkara.
Selain sepeda motor korban dan motor milik karyawan yang nyaris dicuri, polisi juga mengamankan ponsel milik korban serta kunci T milik pelaku sebagai barang bukti utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes
-
Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW
-
Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor
-
Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi
-
Ditolak Gadai MacBook, Pemuda Nekat Gasak iPhone 17 Pro Milik Pacar dan Minta Tebusan Rp1,5 Juta