- ORS dan SNP mencoba membegal motor di Jalan Tirtayasa, Bandar Lampung, pada Selasa, 28 April 2026.
- Aksi begal gagal karena senjata rakitan pelaku macet sehingga warga berhasil mengepung dan meringkus para pelaku.
- Polisi menyita senjata api serta mengungkap fakta bahwa komplotan tersebut telah sepuluh kali melakukan pencurian motor.
SuaraLampung.id - "Klik!" Suara pelatuk senjata api itu terdengar jelas di tengah keributan di sebuah bengkel mobil di Jalan Tirtayasa, Campang Raya, Bandar Lampung, Selasa (28/4/2026) lalu.
Di bawah sorot lampu jalan, ORS (25) menodongkan moncong revolver rakitannya tepat ke arah sang pemilik motor. Ketegangan memuncak, nyawa sang pemilik seolah sudah berada di ujung tanduk.
Namun, takdir berkata lain. Senjata api itu macet. Tak ada ledakan, tak ada peluru yang melesat. Keajaiban kecil itu menjadi titik balik.
Melihat senjata lawan gagal berfungsi, keberanian sang pemilik motor dan warga sekitar langsung meledak. Bukannya lari ketakutan, mereka justru merangsek maju mengepung sang begal.
ORS, pemuda asal Desa Jabung, Lampung Timur itu, tak berkutik. Ia nyaris menjadi sasaran amuk massa yang sudah tersulut emosi jika saja petugas Bhabinkamtibmas setempat tidak segera tiba di lokasi. Dengan sigap, petugas melerai warga dan mengamankan pelaku dari penghakiman jalanan menuju Mapolsek Sukarame.
Tak hanya ORS, rekannya yang berinisial SNP (21) sempat mencoba peruntungan dengan melarikan diri di tengah kekacauan.
Namun, pelariannya berakhir ironis. Beberapa jam kemudian, polisi berhasil meringkusnya saat ia tengah bersembunyi di sebuah masjid, tidak jauh dari lokasi kejadian.
Penangkapan ini membuka kotak pandora kejahatan mereka. Ternyata, keduanya bukanlah pemain baru. SNP dan ORS merupakan komplotan spesialis yang telah menebar teror di aspal Bandar Lampung.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kawanan ini sudah 10 kali melakukan aksi pencurian motor. Dua kali di wilayah Sukarame, sisanya tersebar di Kedaton dan Tanjung Karang Timur," ungkap Kapolsek Sukarame, Kompol M. Rohmawan.
Baca Juga: Misteri Avanza di Lintas Timur Mesuji: Polisi Temukan Senpi FN dan Amunisi di Bawah Jok
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti yang membuktikan betapa berbahayanya kelompok ini yakni berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, tiga butir amunisi aktif, serta kunci Letter T lengkap dengan anak kuncinya.
Kini, "duet maut" asal Lampung Timur ini harus mendekam di balik jeruji besi Rutan Mapolsek Sukarame. Polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam aksi-aksi mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
-
Enam Bulan Bersembunyi, Predator Anak di Pesisir Barat Akhirnya Diciduk dalam Mobil Travel
-
Gara-gara Es Rp10 Ribu, Dua Sales di Bandar Lampung Nyaris Diamuk Massa
-
Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026
-
Bukan Begal! Viral Video Penangkapan di Bandar Lampung Ternyata Kasus Kotak Amal