Wakos Reza Gautama
Kamis, 16 April 2026 | 18:58 WIB
preservasi ruas Jalan Simpang Teluk Kiluan-Simpang Umbar Kabupaten Tanggamus dilakukan untuk membuka akses pariwisata di destinasi wisata Gigi Hiu. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dinas BMBK Provinsi Lampung memperbaiki akses jalan rusak menuju destinasi wisata Pantai Gigi Hiu di Kabupaten Tanggamus.
  • Pemerintah mengalokasikan dana Rp25 miliar untuk membangun jalan beton sepanjang 2,6 kilometer dengan lebar delapan meter tersebut.
  • Perbaikan infrastruktur ini dilakukan untuk meningkatkan kemantapan jalan serta mendongkrak potensi pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal setempat.

SuaraLampung.id - Siapa yang tak mengenal pesona Pantai Gigi Hiu di Kabupaten Tanggamus? Deretan karang tajam yang artistik dan deburan ombaknya telah lama menjadi impian para pemburu foto aesthetic dan pelancong.

Sayangnya, selama bertahun-tahun, perjalanan menuju "surga tersembunyi" ini sering kali harus dibayar dengan rasa lelah akibat akses jalan yang menantang dan berlubang.

Namun, cerita itu segera berubah. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) tengah bergerak memberikan "karpet merah" bagi para wisatawan dengan melakukan preservasi besar-besaran di jalur pesisir tersebut.

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di ruas Simpang Teluk Kiluan hingga Simpang Umbar bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.

Ini adalah langkah strategis untuk menghidupkan urat nadi pariwisata yang membentang dari Bandar Lampung, Pesawaran, hingga pelosok Tanggamus.

"Kita ingin memaksimalkan potensi wisata agar bisa dikembangkan lagi. Jalur ini adalah jalur emas pariwisata. Dengan jalan yang lebar dan mantap, kita mengundang lebih banyak orang untuk datang tanpa rasa khawatir," ujar Taufiqullah, Kamis (16/4/2026).

Mengingat medan pesisir yang cukup ekstrem, Dinas BMBK tak main-main dalam urusan kualitas. Ruas jalan sepanjang 25 kilometer tersebut kini sedang dalam tahap pengerjaan efektif sepanjang 2,6 kilometer yang akan dibangun menggunakan rigid pavement atau beton semen.

Langkah ini diambil agar jalan tetap kokoh meski dihantam cuaca pesisir yang dinamis. Tak hanya kuat, jalan ini juga akan diperlebar menjadi delapan meter, mencakup enam meter badan jalan serta masing-masing satu meter bahu jalan dan drainase di sisi kiri dan kanan.

"Alokasi pendanaannya mencapai Rp25 miliar. Fokus kita adalah mengubah titik-titik yang selama ini rusak parah menjadi jalur yang mulus dan nyaman dilewati," tambahnya.

Baca Juga: Terbawa Arus Sejauh 34 Kilometer! Pemancing di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa

Berdasarkan data teknis, saat ini kondisi kemantapan jalan di ruas tersebut berada di angka 52,47 persen (13,2 km).

Sementara itu, 11,9 kilometer sisanya atau sekitar 47,53 persen masih dalam kondisi yang belum mantap. Angka inilah yang kini dikejar pembangunannya agar kemantapan jalan terus meningkat.

Selama ini, akses yang kurang bersahabat dianggap sebagai penghambat utama berkembangnya destinasi Gigi Hiu. Padahal, jika dikelola dengan akses yang memadai, destinasi ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi warga lokal. (ANTARA)

Load More