- Balita berusia tiga tahun bernama Ahmad Alwi ditemukan tewas tenggelam di bak penampungan air kebun kopi.
- Peristiwa tragis terjadi di Dusun Karang Sari, Pekon Gunung Sari, pada Rabu, 8 April 2026 siang.
- Hasil pemeriksaan kepolisian menyatakan kejadian tersebut adalah murni musibah tanpa adanya tanda-tanda kekerasan pada korban.
SuaraLampung.id - Musim petik kopi di wilayah Ulu Belu seharusnya menjadi masa yang sibuk sekaligus penuh harapan bagi para buruh kebun.
Namun, bagi keluarga Supriono (42), Rabu (8/4/2026) siang itu justru menjadi babak paling kelam dalam hidup mereka.
Ahmad Alwi, balita mungil berusia tiga tahun, harus meregang nyawa di sela-sela rimbunnya pohon kopi yang sedang dipanen.
Ia ditemukan tak bernyawa, mengambang di sebuah bak penampungan air darurat yang biasa digunakan untuk penyemprotan kebun.
Pagi itu, Alwi ikut serta ke kebun kopi bersama kedua orang tua dan neneknya di Dusun Karang Sari, Pekon Gunung Sari.
Karena pekerjaan sebagai buruh petik kopi menuntut mereka berada di lapangan sepanjang hari, membawa anak kecil ke area kerja menjadi pilihan yang tak terhindarkan bagi keluarga ini.
Sekitar pukul 10.00 WIB, suasana masih terasa hangat. Pemilik kebun sempat menghampiri Alwi yang sedang bermain di sekitar gubuk.
Seperti pemandangan lazim di pedesaan, pemilik kebun memberikan jajanan ringan kepada Alwi, sebuah momen ceria terakhir sebelum sang balita ditinggal bermain tak jauh dari orang tuanya yang sibuk memetik butiran-butiran kopi.
Kegembiraan kecil itu tak bertahan lama. Hanya satu jam berselang, tepat pukul 11.00 WIB, suasana berubah menjadi histeris.
Baca Juga: 7 Promo Balik ke Kost yang Lagi Diburu Anak Rantau, dari Laundry sampai Tiket Murah
Pemilik kebun yang kembali melintas terperanjat melihat sosok mungil Alwi sudah dalam posisi mengambang di dalam bak air.
Bak itu sebenarnya tidak terlalu dalam, hanya sekitar 60 sentimeter. Namun, bagi anak seusia Alwi, genangan air tersebut menjadi perangkap yang mematikan.
"Saksi segera berteriak memanggil orang tua korban. Mereka langsung mengevakuasi korban dari dalam bak air tersebut," ujar Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, Kamis (9/4/2026).
Dalam kepanikan luar biasa, orang tua Alwi melarikan putra mereka ke bidan desa terdekat menggunakan sepeda motor.
Deru mesin motor di jalanan kebun yang terjal menjadi saksi perjuangan terakhir keluarga untuk menyelamatkan nyawa Alwi.
Namun, takdir berkata lain. Setelah diperiksa secara medis, Alwi dinyatakan telah menghembuskan napas terakhirnya. Polisi yang mendatangi lokasi memastikan bahwa kejadian ini murni musibah.
Berita Terkait
-
7 Promo Balik ke Kost yang Lagi Diburu Anak Rantau, dari Laundry sampai Tiket Murah
-
BRI Santuni 8.500 Anak Indonesia dan Tegaskan Komitmen Peduli Negeri
-
BRIVolution Reignite Catatkan Laba Perusahaan Anak BRI Group Tembus Rp10,38 Triliun
-
Modus Minta Tolong Ambil Buku, Guru di Lampung Timur Culik Bocah 8 Tahun
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
BRI Perkuat Struktur Pendanaan, Cost of Fund Turun dan Laba Bersih Tumbuh 13,7 Persen
-
3 Kali Bobol Puskesmas Rajabasa Indah, Pemuda 18 Tahun Diringkus Polisi
-
Skenario Dibegal Berujung Bui: Suami di Bandar Lampung Jual Motor Diam-diam demi Bayar Utang
-
Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Tanggamus Viral, Ini Kata Kodam dan Kades
-
Horor di Surga Selancar: Turis Kanada Dilecehkan, Citra Wisata Pesisir Barat Dipertaruhkan