SuaraLampung.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mencatatkan kinerja yang solid hingga Triwulan IV 2025. Sinergi antar entitas di bawah BRI Group terbukti menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan, di mana perusahaan anak kini menjadi pilar penting dalam mendukung profitabilitas dan kekuatan fundamental bisnis perseroan.
Hingga akhir Triwulan IV 2025 tercatat total asset Perusahaan Anak BRI tumbuh 23,3% YoY menjadi Rp267 triliun. Dari sisi profitabilitas, laba bersih Perusahaan Anak BRI meningkat 16,1% YoY, menjadi Rp10,38 triliun.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto dalam Press Conference Kinerja Keuangan Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (26/02). Ia menuturkan bahwa sinergi perusahaan anak BRI Group telah memberikan kontribusi laba mencapai sebesar 18,2% dari total laba konsolidasi dan aset sebesar 12,51% dari total aset konsolidasian perseroan.
“Sebagai bagian dari Transformasi BRIVolution Reignite, BRI juga terus mendorong new source of growth melalui penguatan perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group. Kontribusi positif dari perusahaan anak menunjukkan bahwa integrasi dan kolaborasi lintas unit bisnis semakin solid dan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan BRI Group,” ujar Aquarius.
Saat ini BRI sendiri telah memiliki 10 perusahaan anak yang beroperasi di berbagai lini industri jasa keuangan, yakni PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya Indonesia, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, dan BRI Global Financial Services. Masing-masing entitas memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing BRI, sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada seluruh segmen masyarakat.
Sebagaimana diketahui, BRI terus menjalankan transformasi bisnis yang berkelanjutan melalui program “BRIVolution Reignite”, yang bertumpu pada dua pilar utama, yaitu Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and Build New Core.
Dalam membangun new growth engine, BRI mendorong pertumbuhan bisnis melalui peningkatan penetrasi segmen konsumer, ekosistem emas, serta penguatan produk dan optimalisasi value chain di segmen Commercial dan Corporate.
BRI Group mengoptimalkan ekosistem emas nasional melalui Pegadaian, dengan implementasi bullion services dan peluncuran aplikasi Tring yang mengintegrasikan tabungan emas, cicilan, collateral loan, hingga pembayaran digital dalam satu platform. Ini memperluas basis fee-based income sekaligus memperdalam inklusi keuangan.
Sementara di segmen Corporate dan Commercial, strategi diperkuat melalui pendekatan end to end ecosystem, penguatan sektor andalan, akuisisi CASA berkualitas dan value chain.
Baca Juga: BRI Bangun Ekosistem Investasi Inklusif Lewat Qlola dan UMKM
Dengan integrasi yang semakin solid di seluruh lini bisnis serta diversifikasi usaha yang terarah, BRI Group pun kian menegaskan komitmennya dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat sektor produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. ***
Berita Terkait
-
Jangan Lewatkan, Pre-order Samsung Galaxy S26 Series dengan BRI Bisa Dapat Cicilan 0 %!
-
Momentum Ramadan, BRI dan Forum Pemred Pererat Sinergi untuk Penguatan Jurnalisme Berkualitas
-
BRI Pacu Dana Murah, Pengguna Qlola Tumbuh 48% Hingga 113 Ribu
-
BRI Ambil Peran dalam Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
-
Bagaimana Cara Hindari Penipuan Pakai File APK? Pakar: Perbaharui Keamanan pada Perangkat
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika
-
Sempat Buron Setahun, Pengeroyok Panitia Futsal Kampus UM Metro Akhirnya Diciduk
-
Kejar-kejaran Dramatis Berujung Patah Tulang! Pelarian Residivis Maling Gadget di Pringsewu Berakhir
-
Numpang Tidur Seminggu, Cucu di Tulang Bawang Malah Embat Motor dan HP Kakek Sendiri
-
Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah