- Sugiyo (55) asal Pekon Simpang Bayur hilang saat memancing di Sungai Way Semuong pada Senin, 13 April 2026.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama tiga hari di tengah cuaca buruk dan debit air tinggi.
- Jasad korban ditemukan meninggal dunia di Dermaga Batu Balai setelah terseret arus sejauh 34 kilometer dari lokasi.
SuaraLampung.id - Niat hati mencari ikan untuk keluarga, Sugiyo (55) justru harus berhadapan dengan keganasan alam. Setelah tiga hari didera ketidakpastian, harapan keluarga di Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, akhirnya pupus.
Jasad sang kepala keluarga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, terombang-ambing jauh dari lokasi awal ia menghilang.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang betapa cepatnya arus sungai berubah menjadi "pemangsa" saat musim hujan tiba.
Semua bermula pada Senin sore (13/4/2026), sekitar pukul 15.00 WIB. Seperti biasa, Sugiyo berangkat menuju tepian Sungai Way Semuong dengan peralatan pancingnya. Namun, hingga matahari terbenam dan pagi kembali datang, Sugiyo tak kunjung menginjakkan kaki di rumah.
Kecemasan keluarga memuncak saat mereka menyadari debit air sungai sedang naik drastis akibat hujan di hulu. Dugaan pahit muncul. Sugiyo terseret arus. Kabar hilangnya pemancing ini pun segera sampai ke meja Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung.
Operasi pencarian besar-besaran langsung digelar sejak Selasa (14/4/2026). Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, aparat daerah, hingga warga setempat, bahu-membahu menyisir jalur sungai yang keruh. Namun, alam seolah enggan bekerja sama.
"Medannya sangat sulit. Cuaca hujan terus membayangi, menyebabkan debit air sungai meningkat secara mendadak. Belum lagi kendala jaringan komunikasi yang terputus di lokasi," ungkap Dantim Rescuer Pos SAR Tanggamus, Nico Saputra.
Tim dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Mereka melakukan penyisiran darat dan air, namun hingga hari kedua, sosok Sugiyo tetap misteri. Sungai Way Semuong yang sedang mengamuk seolah menyembunyikan korbannya dengan rapat.
Titik terang baru muncul pada Kamis pagi (16/4/2026). Sekitar pukul 09.00 WIB, seorang warga di sekitar Dermaga Batu Balai, Kecamatan Limau, dikejutkan dengan penemuan sosok tubuh yang terapung.
Baca Juga: Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
Laporan itu langsung direspons cepat oleh Tim SAR. Hanya dalam waktu 17 menit, tim berhasil mengevakuasi korban. Betapa mengejutkan, tubuh Sugiyo ditemukan telah menempuh perjalanan "paksa" sejauh 34 kilometer dari titik awal ia dilaporkan hilang.
"Korban ditemukan meninggal dunia dan langsung kami evakuasi ke RSUD Batin Mangunang untuk penanganan lebih lanjut," tambah Nico.
Dengan ditemukannya Sugiyo, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 10.20 WIB. Namun, luka yang ditinggalkan bagi keluarga tentu tak akan hilang secepat itu.
Pihak SAR mengimbau keras kepada masyarakat Lampung, khususnya para pemancing dan warga yang beraktivitas di pinggir sungai, untuk selalu waspada. Perubahan debit air yang tiba-tiba di saat cuaca tidak menentu adalah ancaman nyata yang tidak boleh disepelekan.
Berita Terkait
-
Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
-
Maut di Balik Rimbun Kebun Kopi Ulu Belu: Balita 3 Tahun Meninggal Tenggelam di Bak Penampungan Air
-
Berpacu dengan Waktu di Rantau Tijang: Riza Hilang Usai Diterjang Arus Sungai Sepulang dari Sawah
-
Misteri di Balik Tumpukan Ikan: Kisah Tragis Selamet yang Hilang di Laut Lampung Timur
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot
-
Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup