- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meluncurkan program hilirisasi industri di Lampung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah hingga delapan persen.
- Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan empat kawasan industri strategis untuk mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai jual tinggi.
- Pemerintah daerah diminta segera menyelesaikan administrasi dan dokumen tata ruang agar tidak menghambat realisasi investasi strategis tersebut.
SuaraLampung.id - Selama puluhan tahun, Provinsi Lampung dikenal sebagai lumbung pangan yang dermawan bagi wilayah lain. Namun, di balik kesuburan tanahnya, tersimpan sebuah ironi.
Sebanyak 70 persen hasil bumi dari Bumi Ruwa Jurai masih terbang keluar dalam bentuk mentah. Lampung selama ini hanya menikmati "ampas" dari nilai tambah yang seharusnya bisa diraup di tanah sendiri.
Kini, era baru dimulai. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi menabuh genderang perang terhadap ekspor bahan mentah.
Misinya jelas yakni melakukan hilirisasi total dan menggenjot pertumbuhan ekonomi Lampung hingga menyentuh angka fantastis 8 persen.
Untuk mengejar mimpi besar tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan "panggung" berupa empat kawasan industri strategis. Kawasan-kawasan ini dirancang untuk menjadi mesin pengolah bahan baku menjadi produk turunan bernilai tinggi.
"Kita baru melakukan hilirisasi sebanyak 30 persen. Sisanya, 70 persen komoditas kita jual mentah. Jika empat kawasan ini bergerak, bahkan dua saja sudah cukup, kita akan melihat lompatan ekonomi yang luar biasa," tegas Rahmat Mirzani Djausal di Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Berikut adalah profil empat "Raksasa Industri" yang akan mengubah peta ekonomi Lampung:
- Kawasan Industri Rejosari (Agro-Hub Raksasa): Membentang seluas 4.000 hektare di Natar (Lamsel) dan Negeri Katon (Pesawaran). Fokusnya adalah industri berbasis agro yang didukung akses super cepat ke Tol Trans Sumatera, Bandara Radin Inten, dan Pelabuhan Panjang.
- Kawasan Industri Katibung (Benteng Petrokimia): Menempati area 271,97 hektare di pesisir Lampung Selatan. Dengan kedalaman laut hingga 24 meter, kawasan ini akan menjadi pusat industri migas, baja, dan oleokimia.
- Way Kanan Industrial Estate (Sentra Pertanian): Lahan masif seluas 4.500 hektare yang disiapkan khusus untuk mengolah hasil pertanian dari wilayah utara Lampung hingga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
- Tanggamus Industrial Estate (Citadel Maritim): Wilayah seluas 1.200 hektare yang difokuskan pada penguatan industri maritim nasional.
Lampung memiliki modal yang tidak dimiliki daerah lain: konektivitas tanpa batas. Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), jalur kereta api yang kokoh, serta pelabuhan internasional menjadikan kawasan industri ini sebagai "pintu gerbang" paling efisien di Pulau Sumatera.
Gubernur Mirza yakin, dengan infrastruktur ini, Lampung tidak hanya mengolah bahan bakunya sendiri, tapi juga bisa menarik bahan baku dari provinsi tetangga di Sumbagsel untuk diolah di Lampung.
Baca Juga: Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak
Meski cetak biru sudah di tangan dan studi kelayakan (FS) sudah berjalan, ada satu hambatan klasik yang harus segera didobrak yaitu kesiapan administrasi daerah.
Sang Gubernur memberikan "peringatan" halus kepada jajaran pemerintah kabupaten/kota agar tidak menjadi penghambat investasi.
"Saya mohon dukungan pemerintah kabupaten dan kota untuk segera menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan persyaratan dokumen lainnya. Masalah investasi sering kali terganjal karena ketidaksiapan dokumen di daerah," tambahnya. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak
-
Merpati Kolongan Warga Bandar Lampung Rp3,5 Juta Digasak, Dijual Cuma Seharga Pulsa
-
Bukan Balap Liar! Fakta Di Balik Auman Mesin dan Kepulan Asap Mobil Drift di Tugu Adipura
-
Aturan Baru Masuk SMA di Lampung: Kini Tak Bisa Lagi Cuma Modal Dekat Rumah
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron
-
Penyelundupan 670 Burung Liar Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
-
35 Adegan Maut: Terungkap Detik-Detik Tragis Mantan TKW di Lampung Utara Dihabisi Tetangga