- Dua pria berinisial RI dan AR mencuri empat pasang merpati jawara milik warga di Bandar Lampung pada Maret lalu.
- Polsek Teluk Betung Timur menangkap kedua pelaku pada Senin, 13 April 2026, setelah melakukan penyelidikan atas laporan pencurian tersebut.
- Pelaku menjual tiga pasang burung curian seharga Rp70 ribu per ekor, sementara polisi kini memburu oknum penadah hasil curian.
SuaraLampung.id - Di dunia hobi merpati kolongan, burung bukan sekadar unggas. Mereka adalah "atlet" udara yang memiliki nilai prestisius dan harga selangit.
Namun, di tangan RI (31) dan AR (31), empat pasang burung merpati jawara milik warga Kelurahan Kuripan, Bandar Lampung, justru berakhir tragis. Dijual dengan harga "miring" demi keuntungan instan.
Pelarian kedua pria ini akhirnya terhenti setelah jajaran Polsek Teluk Betung Timur berhasil mengendus keberadaan mereka pada Senin (13/4/2026).
Kejadian bermula pada medio Maret lalu. Memanfaatkan kegelapan malam sekitar pukul 21.00 WIB, RI dan AR menyasar kediaman GP (25), seorang penghobi merpati.
Keduanya tidak lewat pintu depan, melainkan merayap ke belakang dan menjebol pagar seng yang menjadi pelindung kandang-kandang merpati tersebut.
Dengan cepat, mereka menggasak empat pasang merpati kolongan yang tengah beristirahat. Tanpa suara, para "atlet" udara itu berpindah tangan.
Ironi muncul saat polisi melakukan pemeriksaan. Burung-burung yang ditaksir memiliki nilai total mencapai Rp3,5 juta itu ternyata dijual oleh pelaku dengan harga yang sangat tidak masuk akal bagi para penghobi.
"Yang sudah dijual ada tiga pasang. Mereka menjualnya hanya sekitar Rp70 ribu per ekor," ungkap Kapolsek Teluk Betung Timur, Kompol Toni Apriadi, Senin (13/4/2026).
Bagi GP sang pemilik, kerugian ini bukan hanya soal materi, tapi juga hilangnya potensi burung-burung yang biasa dilombakan tersebut.
Baca Juga: Bukan Balap Liar! Fakta Di Balik Auman Mesin dan Kepulan Asap Mobil Drift di Tugu Adipura
Dari delapan ekor yang hilang, polisi baru berhasil mengamankan dua ekor merpati berwarna cokelat gambir sebagai barang bukti sisa.
Kini, RI dan AR harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, tugas polisi belum usai.
Fokus penyelidikan kini mengarah pada sosok penadah yang tega membeli burung-burung berkualitas tersebut dengan harga sangat murah.
"Kasusnya masih kami dalami dan kembangkan, termasuk kemungkinan adanya penadah yang menampung burung hasil curian ini," tegas Kompol Toni.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Balap Liar! Fakta Di Balik Auman Mesin dan Kepulan Asap Mobil Drift di Tugu Adipura
-
Aturan Baru Masuk SMA di Lampung: Kini Tak Bisa Lagi Cuma Modal Dekat Rumah
-
Operasi Pencuri Rel di Way Kanan Kandas: 46 Batang Besi Digasak, Negara Rugi Setengah Miliar
-
Misteri Rumah Kosong di Rajabasa: Kisah di Balik Penemuan Tengkorak Pria Setelah 2 Bulan Menghilang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung