- Disdikbud Lampung resmi mengubah sistem penerimaan murid baru tahun ajaran 2026-2027 melalui Keputusan Gubernur Nomor G/148/V.01/HK/2026.
- Seleksi kini mengombinasikan faktor kompetensi akademik dan wilayah untuk menciptakan sistem penerimaan murid yang lebih adil bagi siswa.
- SMA Unggul menggunakan Tes Potensi Akademik sebagai penentu utama, sedangkan SMA Reguler mengutamakan nilai rapor siswa dalam proses seleksi.
SuaraLampung.id - Era di mana jarak rumah ke sekolah menjadi satu-satunya "kartu sakti" untuk lolos penerimaan murid baru di Lampung resmi berakhir.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) baru saja mengumumkan gebrakan besar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027.
Langkah berani ini diambil untuk mengakhiri polemik tahunan dan menciptakan sistem seleksi yang tidak hanya memeratakan akses, tetapi juga menjunjung tinggi kualitas akademik.
Selama ini, sistem zonasi atau domisili sering kali memicu perdebatan panas di tengah masyarakat. Namun, dalam kebijakan terbaru yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/148/V.01/HK/2026, aturan mainnya kini berubah total.
"Kami ingin menghilangkan kesan bahwa kedekatan jarak adalah satu-satunya penentu. Sekarang ada kombinasi antara kompetensi dan faktor wilayah. Hasilnya akan lebih berkeadilan," tegas Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, Selasa (14/4/2026) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Dalam skema terbaru ini, keberagaman jalur masuk tetap dipertahankan, namun dengan parameter yang lebih tajam.
Jalur Domisili (Kuota Min. 30%). Bukan lagi sekadar ukur jarak. Untuk SMA Unggul, seleksi akan menggunakan Tes Potensi Akademik (TPA). Sementara untuk SMA Reguler, nilai rapor akan menjadi penentu utama jika kuota membludak, baru kemudian disusul faktor jarak dan usia.
Jalur Prestasi (Kuota Terbesar - Min. 35%). Inilah panggung bagi para juara. Mencakup capaian akademik maupun non-akademik, mulai dari olimpiade sains, atlet, seniman, hingga para penghafal Al-Quran (Hafiz).
Jalur Afirmasi (Kuota Min. 30%). Komitmen bagi siswa dari keluarga kurang mampu (25%) dan penyandang disabilitas (5%). Syarat mutlaknya adalah terdaftar dalam program resmi pemerintah seperti KIP, PKH, atau KKS.
Baca Juga: Misteri Rumah Kosong di Rajabasa: Kisah di Balik Penemuan Tengkorak Pria Setelah 2 Bulan Menghilang
Jalur Mutasi (Maks. 5%). Khusus bagi anak guru atau siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua dengan dokumen pendukung yang valid.
Bagi siswa yang mengincar SMA Unggul, persaingan akan jauh lebih ketat. Indikator utama kelulusan adalah skor Tes Potensi Akademik (TPA).
Jarak rumah hanya akan menjadi faktor pemecah kebuntuan (tie-breaker) jika ada dua siswa dengan nilai TPA yang identik.
Sedangkan di SMA Reguler, proses seleksi akan lebih berjenjang dengan melihat rerata nilai rapor sebagai penyaring pertama.
Jangan sampai terlewat, berikut adalah jadwal maraton SPMB Lampung 2026:
- SMA Unggul: 2 – 5 Juni 2026 (Pengumuman: 11 Juni 2026).
- SMA Reguler & SMK: 15 – 19 Juni 2026 (Pengumuman: 24 Juni 2026).
Dengan perombakan besar ini, Pemprov Lampung berharap tidak ada lagi siswa berprestasi yang "terbuang" hanya karena rumahnya sedikit lebih jauh dari pagar sekolah.
Berita Terkait
-
Misteri Rumah Kosong di Rajabasa: Kisah di Balik Penemuan Tengkorak Pria Setelah 2 Bulan Menghilang
-
Sidak Wamendagri di Bandar Lampung: Saat WFA Bukan Berarti Libur
-
Ada Lensa di Balik Dinding: Aksi Bejat Penjual Gorengan Rekam Tetangga Mandi di Balam
-
Peluang Emas Jadi ASN! Bandar Lampung Usulkan 200 Formasi, Guru dan Nakes Jadi Rebutan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung