Wakos Reza Gautama
Sabtu, 11 April 2026 | 08:21 WIB
Pelayanan di Pemkot Bandar Lampung tetap berjalan di hari Jumat (10/4/2026) masa WFA. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Wamendagri Akhmad Wiyagus melakukan sidak sistem kerja WFA di Pemkot Bandar Lampung pada Jumat, 10 April 2026.
  • Hasil inspeksi menunjukkan pelayanan publik, kesehatan, dan administrasi tetap berjalan optimal meski skema WFA sedang diterapkan.
  • Pemkot Bandar Lampung berencana meningkatkan porsi pegawai WFA hingga 50 persen setelah sukses melalui evaluasi uji petik.

SuaraLampung.id - Bagi sebagian orang, skenario work from anywhere (WFA) memicu kekhawatiran akan pelayanan yang melambat. Namun, di Kota Bandar Lampung, ceritanya justru berbeda.

Jumat (10/4/2026), suasana di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mendadak tegang sekaligus antusias.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus muncul melakukan inspeksi mendadak alias sidak. Tujuannya untuk membuktikan apakah kebijakan bekerja dari mana saja benar-benar efektif atau justru menjadi celah untuk bersantai.

"Kami datang ke sini guna melakukan pemantauan secara langsung tanpa ada pemberitahuan sebelumnya," ujar Akhmad Wiyagus dengan nada tegas namun apresiatif.

Sang Wamen menyisir berbagai titik vital, mulai dari Mal Pelayanan Publik yang menjadi wajah birokrasi, fasilitas kesehatan, hingga kantor-kantor kecamatan. Di sana, ia menemukan loket-loket pelayanan tetap berdenyut normal.

Petugas hadir lengkap, dan yang paling penting, senyum pelayanan tidak hilang meski skema kerja baru sedang diuji coba. Di sektor kesehatan, situasinya tak kalah impresif.

"Di salah satu rumah sakit yang kami kunjungi, kehadiran tenaga medis, termasuk dokter dan bidan, dinyatakan lengkap. Layanan berjalan tanpa penurunan kualitas sedikit pun," tambah Wiyagus.

Bandar Lampung tampaknya sangat paham bahwa WFA bukan berarti "libur berjamaah". Ada garis tegas yang ditarik. Unit layanan strategis seperti layanan darurat, pemadam kebakaran, hingga penanggulangan bencana tetap wajib siaga di kantor (Work From Office).

Bahkan, para nakhoda daerah, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga pejabat struktural, tetap menjadi garda terdepan yang berkantor secara fisik untuk memastikan roda organisasi tetap berputar pada jalurnya.

Baca Juga: Ada Lensa di Balik Dinding: Aksi Bejat Penjual Gorengan Rekam Tetangga Mandi di Balam

Saat ini, Bandar Lampung sedang berada di masa transisi yang manis. Baru sekitar 20 hingga 25 persen pegawai yang mencicipi fleksibilitas WFA.

Namun, melihat kesuksesan uji petik ini, angka tersebut rencananya akan terus dikerek hingga menyentuh porsi 50 persen.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyambut hangat sidak tak terduga tersebut. Alih-alih merasa terintimidasi, Bunda Eva, sapaan akrabnya, justru menganggap kehadiran Wamendagri sebagai suplemen evaluasi bagi jajarannya.

"Kunjungan Wamendagri dilakukan secara tiba-tiba. Tentu kami mengapresiasi ini, karena akan menjadi bahan evaluasi penting untuk terus meningkatkan kinerja ASN kami," ungkap Eva dengan optimis.

Ia memastikan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan merapatkan barisan untuk mengevaluasi progres ini. Targetnya minggu depan, persentase WFA akan ditingkatkan secara bertahap menuju angka 50 persen sesuai arahan pusat. (ANTARA)

Load More