- Drifter profesional Akbar Rais dan Vamells melakukan aksi manuver mobil di Bundaran Gajah Bandar Lampung pada dini hari.
- Kegiatan tersebut merupakan sesi pengambilan gambar resmi untuk mempromosikan ajang Indonesia Drifting Series di Lampung Selatan.
- Aksi ini berlangsung dengan pengawasan ketat kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban bagi seluruh pengguna jalan.
SuaraLampung.id - Jagat maya Lampung baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video singkat yang memperlihatkan mobil bertenaga tinggi "menari" dan melepaskan kepulan asap ban di seputaran Bundaran Gajah, Tugu Adipura, Bandar Lampung.
Di tengah malam yang sunyi, aksi tersebut terlihat begitu dramatis sekaligus memicu tanda tanya besar bagi warga net, apakah ini aksi jalanan ilegal?
Namun, bagi Anda yang sempat merasa resah, kini saatnya bernapas lega. Aksi "kuda besi" tersebut bukanlah balap liar yang membahayakan publik, melainkan sebuah aksi profesional yang telah mengantongi izin resmi.
Aksi yang viral tersebut berlangsung pada pukul 02.00 dini hari, saat jalanan protokol Bandar Lampung sedang dalam kondisi sepi dan terkendali. Menariknya, di balik kemudi mobil-mobil tersebut bukanlah orang sembarangan.
Mereka adalah drifter profesional kebanggaan Indonesia, Akbar Rais dan Vamells. Menggunakan standar keselamatan tinggi dan kemampuan yang terasah, keduanya menjadikan aspal Tugu Adipura sebagai kanvas untuk memamerkan kelihaian mereka melakukan manuver presisi.
Anggota Satlantas Polresta Bandar Lampung, Brigadir Hanny dan Brigadir Annisa, memberikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial Polresta Bandar Lampung. Mereka menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut berada dalam pengawasan ketat pihak kepolisian.
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka promosi event akbar Indonesia Drifting Series yang dijadwalkan bakal menghentak Lampung Selatan pada 23 Mei 2026 mendatang," jelas Brigadir Annisa.
Kehadiran polisi di lokasi bukan hanya untuk menonton, melainkan memastikan pengamanan penuh. "Kami berada di sana untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan sama sekali tidak membahayakan pengguna jalan lainnya," tambah Brigadir Hanny.
Langkah mengambil visual di ikon Kota Bandar Lampung ini merupakan bagian dari strategi kreatif untuk menunjukkan bahwa Lampung siap menjadi tuan rumah ajang otomotif bergengsi.
Baca Juga: Aturan Baru Masuk SMA di Lampung: Kini Tak Bisa Lagi Cuma Modal Dekat Rumah
Aksi tersebut sengaja dilakukan pada dini hari guna menghindari gangguan arus lalu lintas dan menjaga kenyamanan warga kota.
Kini, video yang awalnya dianggap sebagai aksi liar tersebut justru menjadi teaser yang menggoda adrenalin para pecinta otomotif di Lampung.
Dengan kepastian legalitas dari Polresta Bandar Lampung, warga kini bisa menantikan tontonan adu lihai kemudi yang sesungguhnya pada akhir Mei nanti.
Berita Terkait
-
Aturan Baru Masuk SMA di Lampung: Kini Tak Bisa Lagi Cuma Modal Dekat Rumah
-
Misteri Rumah Kosong di Rajabasa: Kisah di Balik Penemuan Tengkorak Pria Setelah 2 Bulan Menghilang
-
Sidak Wamendagri di Bandar Lampung: Saat WFA Bukan Berarti Libur
-
Ada Lensa di Balik Dinding: Aksi Bejat Penjual Gorengan Rekam Tetangga Mandi di Balam
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal
-
Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander
-
Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
-
Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api