- Wakil Gubernur Lampung menginstruksikan pengaktifan Satgas Karhutla di 15 kabupaten/kota guna mengantisipasi ancaman fenomena Godzilla El Nino.
- Pemprov Lampung meningkatkan pengawasan ketat terhadap titik api di wilayah rawan, terutama kawasan Taman Nasional Way Kambas.
- Pemerintah daerah memperkuat sosialisasi larangan pembakaran lahan untuk mencegah bencana kebakaran hutan selama periode Mei hingga Oktober.
SuaraLampung.id - Bayang-bayang fenomena alam "Godzilla El Nino" kini mulai menghantui cakrawala Provinsi Lampung. Suhu udara yang melonjak dan embusan angin kering menjadi sinyal peringatan.
Musim kemarau ekstrem bukan lagi sekadar prediksi, melainkan ancaman nyata yang siap melahap hamparan hijau hutan dan lahan.
Menyikapi hal ini, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, tidak ingin kecolongan. Ia secara tegas meminta seluruh jajaran di 15 kabupaten dan kota untuk segera "membangunkan" Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Baginya, mendeteksi titik api (hotspot) sedini mungkin adalah kunci sebelum api berubah menjadi bencana yang tak terkendali.
"Selain sektor pertanian, ada tantangan besar yang harus kita waspadai bersama, yakni risiko kebakaran hutan dan lahan di daerah-daerah potensial," ungkap Jihan Nurlela, Sabtu (11/4/2026).
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Jihan memetakan sejumlah wilayah yang masuk dalam zona merah kerawanan. Nama-nama seperti Kabupaten Mesuji, Lampung Tengah, hingga Lampung Selatan kini berada dalam radar pengawasan ketat.
Namun, perhatian khusus tertuju pada Lampung Timur, rumah bagi Taman Nasional Way Kambas. Hutan konservasi yang menjadi kebanggaan Lampung ini memiliki risiko tinggi jika "Si Jago Merah" mulai menari di tengah keringnya vegetasi akibat kemarau panjang.
"Jika panas ekstrem melanda daerah-daerah ini, potensi karhutla bisa pecah kapan saja. Karena itu, pemantauan titik api harus dilakukan lebih rutin dan penanganan harus dilakukan secepat kilat di lokasi rawan," tegasnya.
Selain faktor alam, perilaku manusia juga menjadi catatan penting dalam agenda mitigasi kali ini. Jihan menyoroti kebiasaan pembakaran lahan yang kerap terjadi selama musim panen tebu, khususnya di wilayah Lampung Tengah dan Tulang Bawang.
Baca Juga: Kementerian LH Beber Rapor Merah Pengelolaan Sampah di Lampung
Meski telah menjadi praktik tahunan, di tengah kondisi El Nino yang gersang, sisa pembakaran sekecil apa pun bisa memicu kebakaran hebat yang meluas ke area permukiman maupun hutan lindung.
"Langkah mitigasi harus konkret. Kita akan memperkuat sosialisasi dan pengawasan aturan larangan pembakaran lahan. Ini krusial untuk mencegah munculnya titik api baru selama periode Mei hingga Oktober," tambahnya.
Wagub menekankan bahwa perjuangan melawan api tidak bisa dilakukan sendirian. Satgas Karhutla di setiap daerah diwajibkan untuk saling terhubung dan bekerja secara terintegrasi.
Misi utamanya jelas melakukan pengawasan tanpa henti selama 24 jam terhadap pergerakan titik api. Dengan pengaktifan Satgas ini, Pemprov Lampung berharap dapat menciptakan benteng pertahanan yang kuat demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat dari ancaman polusi asap.
"Tantangan ini nyata. Mitigasi harus segera dibuat agar kondisi tetap terkendali. Jangan sampai kita terlambat bertindak," pungkas Jihan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kementerian LH Beber Rapor Merah Pengelolaan Sampah di Lampung
-
Ancaman El Nino Mengintai Lampung: Saatnya Berburu "Harta Karun" Air di Balik Kekeringan
-
Sidak Wamendagri di Bandar Lampung: Saat WFA Bukan Berarti Libur
-
Akal Bulus Sindikat Narkoba: Gunakan Ambulans untuk Selundupkan Sabu Rp22 Miliar di Bakauheni
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung