- Sinkhole raksasa muncul tiba-tiba di lahan persawahan Nagari Situjuah Batua pada 4 Januari 2026, mengganggu aktivitas pertanian warga setempat.
- Air di lubang berubah dari keruh menjadi biru jernih, menarik ratusan pengunjung menjadikannya wisata dadakan meski sudah dibatasi.
- Otoritas mengingatkan air tersebut berpotensi berbahaya bagi kesehatan dan struktur tanah labil mengancam potensi keruntuhan lebih lanjut.
SuaraLampung.id - Fenomena sinkhole yang muncul di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak viral dan menyedot perhatian luas. Lubang raksasa berisi air jernih kebiruan ini tak hanya bikin penasaran, tetapi juga memunculkan klaim, airnya dipercaya berkhasiat sebagai obat. Di balik keramaian itu, para ahli dan otoritas mengingatkan adanya risiko serius. Berikut 6 fakta penting yang perlu Anda tahu:
1. Muncul Tiba-tiba di Lahan Persawahan
Sinkhole ini muncul mendadak di area persawahan warga sejak 4 Januari 2026. Tanpa tanda amblesan bertahap, tanah ambruk membentuk lubang dalam, mengejutkan warga dan mengganggu aktivitas pertanian.
2. Awalnya Keruh, Lalu Berubah Biru Jernih
Pada awal kemunculan, air di dalam lubang berwarna coklat keruh. Seiring waktu, warnanya berubah menjadi biru jernih. Perubahan visual inilah yang memicu rasa penasaran publik dan mempercepat penyebaran video-foto di media sosial.
3. Jadi Wisata Dadakan Meski Sudah Dipalang
Meski area sudah dipasang pembatas, lokasi justru ramai dikunjungi. Setiap hari, ratusan orang datang untuk berfoto hingga mendekat ke bibir lubang. Pedagang dadakan pun bermunculan, menandakan efek viral yang cepat mengubah lokasi berisiko menjadi “objek wisata”.
4. Airnya Dipercaya Berkhasiat, Dibawa Pulang
Sebagian pengunjung menimba air untuk dibawa pulang—mulai dari botol, jeriken, hingga galon berkeran. Klaim yang beredar menyebut air sinkhole bisa menyembuhkan penyakit, meski belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya.
5. Peringatan Kesehatan: Jernih Bukan Berarti Aman
Otoritas kesehatan mengingatkan bahwa kejernihan air tidak menjamin keamanan. Air dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri, logam berat, atau zat berbahaya yang tak terlihat kasat mata. Tanpa uji laboratorium, air tersebut tidak layak dikonsumsi.
6. Risiko Geologi Masih Mengintai
Para ahli menilai sinkhole berpotensi melebar atau runtuh karena struktur tanah di sekitarnya labil—terlebih saat musim hujan dan padat pengunjung. Aktivitas mendekat ke bibir lubang meningkatkan risiko kecelakaan.
Viral dan memikat di kamera, namun sinkhole Limapuluh Kota menyimpan risiko kesehatan dan keselamatan. Publik diimbau lebih kritis: jangan mengonsumsi air, patuhi pembatas, dan utamakan keselamatan di atas rasa penasaran.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Video Polisi Tilang Iring-iringan Pengantar Jenazah, Ini Faktanya!
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Video Polisi Tilang Iring-iringan Pengantar Jenazah, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Viral Video Mahasiswa UI Desak DPR Periksa Komnas HAM, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral TNI Kecam Aksi Gubernur Lempar Bantuan dari Helikopter, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video Polisi Gerebek Kantor Kepala Desa karena Korupsi Bansos, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Video TNI Tangkap Kapal Malaysia Pengangkut Emas Ilegal, Benarkah Terjadi?
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
BRI Pionir Standar Kualitas Software, Resmi Bersertifikat ISO/IEC 25000
-
Lidah Api Mengamuk di Tol Lampung: Detik-Detik Truk Towing dan Muatannya Hangus Terpanggang
-
Bisnis Gelap di Bak Pikap: Dua Pria Asal Lamteng Terciduk Edarkan BBM Oplosan ke Pom Mini di Metro
-
Misteri Rumah Kosong di Rajabasa: Kisah di Balik Penemuan Tengkorak Pria Setelah 2 Bulan Menghilang
-
Kedok Pertamini Pringsewu Terbongkar: Iwan Raup Rp2,5 Miliar dari Solar-Pertalite Oplosan