- Video yang diklaim menunjukkan mahasiswa UI mendesak DPR RI memeriksa Komnas HAM adalah konten palsu yang dimanipulasi.
- Video tersebut hampir 99,9% terdeteksi sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan bukan rekaman peristiwa nyata.
- Pemeriksaan tidak menemukan pemberitaan kredibel maupun konfirmasi resmi mengenai adanya aksi mahasiswa seperti yang diklaim.
SuaraLampung.id - Sebuah video yang saat ini ramai dibagikan di media sosial diklaim menunjukkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk memeriksa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait pandangan mereka terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “ssazy.affilate” pada Sabtu (23/11/2025). Isinya memperlihatkan seorang mahasiswa Universitas Indonesia meminta DPR RI memeriksa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dengan menuding Komnas HAM kerap berpihak kepada kelompok kriminal bersenjata dan Organisasi Papua Merdeka yang disebut sebagai musuh negara. Video disertai narasi sebagai berikut:
“Saya mewakili teman-teman mahasiswa minta kepada anggota DPR untuk menyelidiki lembaga Komnas HAM. Sudah bertahun-tahun lembaga terlihat lebih condong membela musuh negara yaitu anggota KKB dan OPM. Kenapa di saat aparat negara banyak yang gugur? Mereka semua diam. Tapi di saat para musuh negara tumbang, mereka dengan lantang dan menuduh aparat negara melanggar HAM. Sebenarnya mereka itu siapa?”
Hingga Senin (29/12/2025) unggahan telah mendapatkan 4.069 tanda suka, menuai 343 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 249 kali oleh pengguna TikTok lainnya.
Unggahan viral itu telah ditonton ribuan kali dan menyebar cepat di platform seperti TikTok dan Facebook dengan narasi kuat yang membuat publik penasaran dan berdebat sengit. Namun sebelum Anda ikut menilai atau membagikannya, penting untuk mengetahui fakta yang sebenarnya di balik video ini.
Dalam unggahan dari akun TikTok “ssazy.affilate”, video itu dilengkapi teks naratif yang seolah-olah memperlihatkan seorang mahasiswa UI secara lantang meminta DPR RI untuk menindak Komnas HAM. Narasi tersebut menuduh Komnas HAM berpihak kepada kelompok separatis seperti KKB dan OPM, dan meminta anggota legislatif memeriksa lembaga tersebut secara resmi.
Unggahan ini mengklaim aksi tersebut mewakili suara mahasiswa yang protes terhadap sikap Komnas HAM dalam konteks Papua, tetapi benarkah video ini nyata?
Berdasarkan pemeriksaan tim TurnBackHoax.ID / Mafindo, klaim tersebut tidak didukung bukti yang kuat dan terbukti sebagai konten palsu yang dimanipulasi. Temuan utamanya adalah:
- Video yang beredar kemungkinan besar dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), dengan probabilitas hampir 99,9 % menurut alat deteksi konten AI. Ini menandakan video tersebut bukan rekaman kejadian nyata.
- Pencarian kata kunci terkait pendapat mahasiswa UI mengenai DPR RI dan Komnas HAM tidak menemukan satu pun pemberitaan kredibel yang memuat peristiwa seperti tersebut dalam video viral.
- Tidak ada laporan resmi dari Universitas Indonesia, DPR RI, atau Komnas HAM yang mengonfirmasi aksi seperti yang diklaim terjadi, baik di media mainstream nasional maupun melalui kanal resmi masing-masing lembaga.
Dengan demikian, video tersebut tergolong konten palsu (fabricated content) yang dibuat untuk menimbulkan kesan seolah-olah peristiwa itu benar terjadi, padahal faktanya tidak ada kejadian serupa yang dapat diverifikasi.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral TNI Kecam Aksi Gubernur Lempar Bantuan dari Helikopter, Benarkah?
Klaim bahwa video tersebut menunjukkan mahasiswa UI mendesak DPR RI untuk memeriksa Komnas HAM terkait isu Papua adalah SALAH dan menyesatkan. Konten itu hampir pasti merupakan hasil rekayasa AI — bukan peristiwa nyata yang pernah terjadi dan dilaporkan secara resmi. turnbackhoax.id
Unggahan seperti ini memanfaatkan isu yang sensitif dan nama institusi penting, sehingga bisa:
1. Membentuk opini publik yang salah tentang sikap mahasiswa dan lembaga negara,
2. Menyebarkan narasi emosional tanpa dasar fakta,
3. Mengaburkan konteks dan kebenaran tentang peristiwa di Papua atau ruang akademik.
Tips Cek Fakta Sebelum Share Konten Viral
Sebelum Anda menyebarkan ulang video yang tampak provokatif:
1. Periksa apakah ada pemberitaan media besar yang sama — jika tidak, perlu dicurigai.
2. Cek apakah video itu asli atau direkayasa menggunakan alat deteksi AI atau pencarian video terbalik.
3. Periksa akun sumbernya apakah resmi atau hanya akun anonim yang sering menyebarkan konten hoaks.
Langkah pendek ini dapat membantu Anda menjadi pengguna media sosial yang lebih cerdas dan tidak ikut menyebarkan hoaks.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral TNI Kecam Aksi Gubernur Lempar Bantuan dari Helikopter, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video Polisi Gerebek Kantor Kepala Desa karena Korupsi Bansos, Ini Faktanya
-
Cek Fakta Jokowi Terima Suap dari Bupati Lampung Tengah, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video TNI Tangkap Kapal Malaysia Pengangkut Emas Ilegal, Benarkah Terjadi?
-
Cek Fakta: Video Klaim Nelayan Indonesia Ditangkap Tentara Malaysia, Benarkah?
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Lampung Raup Cuan USD 251 Juta di Pasar Global Sepanjang Mei
-
Pemprov Lampung Tangkap Peluang Jalur Emas Kuliah Sambil Kerja di Negeri Ginseng
-
Sinyal Positif Pariwisata Lampung: Lebih dari 113 Ribu Tamu Serbu Hotel Sepanjang Mei
-
Eksponen 98 Lampung Tegaskan Reformasi Belum Selesai, Siap Kawal Program Strategis Presiden Prabowo
-
Emas dan Bensin Cekik Dompet Warga, Inflasi Lampung Juni 2026 Meroket ke Angka 2,46 Persen