SuaraLampung.id - Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (Balam) menyatakan salah satu penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Penyelenggara MBG yang dimaksud adalah pihak yang menyediakan makanan bagi seratusan siswa di Kecamatan Sukabumi hingga mengalami keracunan.
"Setelah kami lakukan cek lapangan, dapur yang digunakan untuk program MBG di Kecamatan Sukabumi tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, Selasa (9/9/2025).
Ia mengungkapkan dalam dapur MBG yang menyebabkan ratusan siswa keracunan tersebut banyak tata letak tidak sesuai dengan SOP, seperti tempat pendingin (freezer) berada di dekat kompor sehingga suhunya tidak sesuai.
"Makanan juga disimpan di dalam kardus lalu dimasukkan ke freezer. Selain itu, petugas tidak menggunakan pakaian kerja yang higienis,” katanya.
Bahkan, lanjut Muhtadi, Tim Dinas Kesehatan juga menemukan adanya cemaran bakteri Escherichia coli pada sampel makanan yang diberikan kepada siswa yang diduga keracunan.
"Tentunya ini tidak bisa dibiarkan karena bakteri ini biasanya muncul karena adanya kontaminasi air yang tidak bersih atau tercemar tinja. Maka kami minta penyelenggara MBG di Sukabumi segera melaksanakan perbaikan-perbaikan agar hal ini tidak terulang kembali," kata dia.
Ketua Yayasan Amanah Barokah Asri Pujiati selaku penyelenggara MBG di Kecamatan Sukabumi menyatakan telah menghentikan sementara proses produksi makanan untuk para siswa.
"Produksi MBG kami hentikan dulu setelah kasus keracunan ini. Ke depan kami akan perbaiki semua kesalahan dan meningkatkan standar. Kami juga siap menerima masukan dan berkomitmen untuk memperbaiki standar kebersihan sesuai aturan yang berlaku," kata dia.
Baca Juga: Mantan Kadis PUPR Lampung Timur Meninggal di Rutan: Kronologi Sebelum Ajal Menjemput
Sebagai informasi sebanyak kurang lebih 247 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Sukabumi diduga keracunan massal usai memakan makanan yang diproduksi oleh dapur MBG pada Jumat (29/8/2025). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Mantan Kadis PUPR Lampung Timur Meninggal di Rutan: Kronologi Sebelum Ajal Menjemput
-
Ratusan Siswa di Bandar Lampung Keracunan MBG: Pemerintah Tanggung Biaya, Kondisi Dapur Terungkap
-
TERUNGKAP! 5 Fakta Mengejutkan di Balik Penangkapan Pembawa Bom Molotov di Demo Lampung!
-
Dari Radikal Jadi Nasionalis: 3 Napi Teroris Lampung Ucap Ikrar Setia NKRI
-
Ratusan Siswa Keracunan MBG, Pemkot Bandar Lampung Buka Suara
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pensiunan ASN Ditemukan Meninggal dalam Kesendirian di Bandar Lampung
-
Dilahirkan di Kamar Mandi, Dibuang ke Bak Sampah: ART Buang Darah Dagingnya Sendiri di Pahoman
-
Rayakan Kemerdekaan, Danantara Perluas Akses Ekonomi lewat BRILink
-
Ambisi Lampung Menjadi Raja Gula: 13 Ribu Hektare Lahan Tebu Baru Disiapkan
-
Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa