Wakos Reza Gautama
Selasa, 09 September 2025 | 17:24 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung menyebut penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan seratusan siswa di Kecamatan Sukabumi keracunan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Penyelenggara MBG yang menyebabkan ratusan siswa di Kecamatan Sukabumi keracunan tidak memenuhi persyaratan
  • Temuan ini hasil pemeriksaan di dapur tempat mengolah makanan MBG
  • Proses produksi untuk sementara dihentikan
[batas-kesimpulan]

SuaraLampung.id - Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (Balam) menyatakan salah satu penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Penyelenggara MBG yang dimaksud adalah pihak yang menyediakan makanan bagi seratusan siswa di Kecamatan Sukabumi hingga mengalami keracunan.

"Setelah kami lakukan cek lapangan, dapur yang digunakan untuk program MBG di Kecamatan Sukabumi tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, Selasa (9/9/2025).

Ia mengungkapkan dalam dapur MBG yang menyebabkan ratusan siswa keracunan tersebut banyak tata letak tidak sesuai dengan SOP, seperti tempat pendingin (freezer) berada di dekat kompor sehingga suhunya tidak sesuai.

"Makanan juga disimpan di dalam kardus lalu dimasukkan ke freezer. Selain itu, petugas tidak menggunakan pakaian kerja yang higienis,” katanya.

Bahkan, lanjut Muhtadi, Tim Dinas Kesehatan juga menemukan adanya cemaran bakteri Escherichia coli pada sampel makanan yang diberikan kepada siswa yang diduga keracunan.

"Tentunya ini tidak bisa dibiarkan karena bakteri ini biasanya muncul karena adanya kontaminasi air yang tidak bersih atau tercemar tinja. Maka kami minta penyelenggara MBG di Sukabumi segera melaksanakan perbaikan-perbaikan agar hal ini tidak terulang kembali," kata dia.

Ketua Yayasan Amanah Barokah Asri Pujiati selaku penyelenggara MBG di Kecamatan Sukabumi menyatakan telah menghentikan sementara proses produksi makanan untuk para siswa.

"Produksi MBG kami hentikan dulu setelah kasus keracunan ini. Ke depan kami akan perbaiki semua kesalahan dan meningkatkan standar. Kami juga siap menerima masukan dan berkomitmen untuk memperbaiki standar kebersihan sesuai aturan yang berlaku," kata dia.

Baca Juga: Mantan Kadis PUPR Lampung Timur Meninggal di Rutan: Kronologi Sebelum Ajal Menjemput

Sebagai informasi sebanyak kurang lebih 247 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Sukabumi diduga keracunan massal usai memakan makanan yang diproduksi oleh dapur MBG pada Jumat (29/8/2025). (ANTARA)

Load More