SuaraLampung.id - Niat hati ingin gagah-gagahan dengan dalih menjaga diri, seorang pemuda asal Sumatera Selatan justru harus bersiap menghadapi mimpi buruk di balik jeruji besi.
RA (25), warga Kabupaten Empat Lawang, tak berkutik saat Unit Reskrim Polsek Panjang, Bandar Lampung, menemukan sepucuk senjata api rakitan jenis revolver yang diselipkannya, lengkap dengan empat butir amunisi aktif.
Aksi nekat pemuda ini terhenti di sebuah gang sempit, tepatnya di Gang Pancur, Kecamatan Panjang, pada Kamis (14/8/2025) dini hari.
Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi tegang saat petugas yang berpatroli mengamankan RA, yang gerak-geriknya mencurigakan. Benar saja, dari tangannya didapati senjata mematikan yang siap menyalak kapan saja.
Kasus ini langsung menarik perhatian serius jajaran kepolisian. Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Alfret Jacob Tilukay, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main dalam menangani peredaran senjata api ilegal yang meresahkan masyarakat.
Polisi kini bekerja ekstra keras untuk membongkar jaringan di balik kepemilikan senjata tersebut.
“Saat ini masih terus kami kembangkan, dari mana yang bersangkutan mendapat atau membeli senjata api rakitan ini,” Kata Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, dalam keterangannya pada Selasa (19/8/2025).
Di hadapan penyidik, RA mencoba berkelit dengan alibi klasik. Ia mengaku senjata api itu bukanlah miliknya, melainkan hanya pinjaman dari seorang teman yang berdomisili di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Tujuannya? Sederhana namun sangat berbahaya: untuk berjaga-jaga selama bepergian.
Namun, aparat kepolisian tidak begitu saja menelan mentah-mentah pengakuan tersebut. Logika "meminjam" senjata api untuk sekadar "jalan-jalan" dinilai terlalu lemah dan justru menimbulkan kecurigaan lebih dalam.
Baca Juga: Tunggakan PBB Bikin Pusing? Pemkot Bandar Lampung Tawarkan Keringanan
“Informasi sementara bahwa ini adalah punya temannya, warga Lubuk Linggau, yang kemudian dipinjam oleh yang bersangkutan, dipakai untuk jalan-jalan dalam rangka menjaga dirinya. Ini yang masih kami dalami,” jelas Kombes Alfret.
Penyelidikan kini melebar. Polisi tidak hanya fokus pada asal-usul senjata, tetapi juga menggali kemungkinan keterlibatan RA dalam aksi-aksi kejahatan lain di wilayah hukum Bandar Lampung.
Kehadiran pemuda dari luar daerah yang membawa senjata api rakitan menjadi sinyal bahaya yang harus diantisipasi, mengingat potensi penggunaannya untuk tindak pidana seperti perampokan atau kejahatan jalanan lainnya.
Meski hingga kini RA masih bungkam dan tidak mengakui perbuatan pidana lain, tim penyidik terus bekerja untuk mengumpulkan bukti dan informasi.
“Hasil penyelidikan dari yang bersangkutan, yang bersangkutan belum mengakui atau tidak mengakui ada perbuatan pidana lain yang dilakukan di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung, namun masih kami dalami,” tegas Kombes Pol Alfret.
Kini, gaya "koboi" RA harus dibayar mahal. Akibat perbuatannya membawa senjata api tanpa izin, ia dijerat dengan pasal berat. Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 telah menantinya dengan ancaman hukuman yang tidak main-main.
Berita Terkait
-
Tunggakan PBB Bikin Pusing? Pemkot Bandar Lampung Tawarkan Keringanan
-
Bhayangkara FC vs PSM, Polisi Imbau Penonton Naik Ojol ke Stadion Sumpah Pemuda
-
Viral JPO Siger Milenial Retak? Wali Kota Bandar Lampung Angkat Bicara
-
Rp20 Miliar Tunggakan P2KM: Pemkot Bandar Lampung Janji Lunasi Hutang Kesehatan di 2 RSUD
-
Pemkot Bandar Lampung Gusur PKL di Pasar Smep dan Pasir Gintung
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 27 Februari 2026, Lengkap Waktu Salat dan Niat Puasa
-
Divonis 8,5 Tahun, Eks Bupati Lampung Timur Wajib Kembalikan Rp3,9 Miliar Kasus Pagar Rumah Dinas
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung Hari Ini, 26 Februari 2026: Catat Jam Maghribnya
-
Waktu Imsak & Buka Puasa Bandar Lampung 26 Februari 2026 Hari Ini
-
7 Restoran Sunda Lesehan di Bandar Lampung untuk Buka Bersama Keluarga Besar,