SuaraLampung.id - DPD Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Lampung menyebut pentingnya peran pemerintah daerah memberikan perizinan membangun kawasan permukiman di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.
Ketua DPD REI Lampung Urianto Muslimin mengatakan kemudahan perizinan dalam mengembangkan kawasan hunian di Kota Baru antara lain mencakup kejelasan legalitas tanah, jaminan atas keamanan dan kenyamanan bagi konsumen.
"Developer dalam hal ini REI, menurut dia, tinggal menunggu rancangan dari pemerintah daerah, di lokasi mana saja akan dibangun dan bentuk bangunannya seperti apa dalam bentuk blueprint kawasan Kota Baru.
Jika sudah ada blueprint, kami siap membangun di sana. Sebab beberapa waktu lalu pun sudah melaksanakan penanaman pohon di Kota Baru untuk mendukung penghijauan," ujar Urianto, Senin (7/10/2024).
Menurut dia, saat ini pembelian lahan di Kota Baru dan sekitarnya semakin meningkat, diperkirakan ada kenaikan 70 persen dari sebelumnya di 2022.
Urianto mengatakan, developer siap menjalankan arahan Pemerintah Provinsi Lampung yang menginginkan lahan hunian ASN melalui skema FLPP bagi PNS golongan tiga ke bawah diberi lahan seluas 150 meter persegi dengan tipe rumah 36 untuk subsidi.
"Jadi nanti untuk lahan yang dimanfaatkan bisa disesuaikan dengan permintaan dari pemerintah daerah," kata Urianto Muslimin.
Menurut dia, dengan kenyamanan yang dirasakan oleh konsumen, maka dapat membantu promosi kawasan hunian di Kota Baru agar semakin berkembang dan maju.
"Kawasan ini akan ramai dan berkembang menjadi pusat bisnis, sebenarnya kami sudah menunjang kawasan Kota Baru ini sejak lama sebelum ada rencana pengembangan kembali, sebab di sekitar kawasan ini sudah ada banyak perumahan yang dibangun oleh developer," ujar dia.
Baca Juga: Heboh! Spanduk Misterius 'KAMI DATANG 10.10.24' Gegerkan Warga Bandar Lampung
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan optimisme dari REI untuk membangun kawasan hunian di Kota Baru dapat meningkatkan kepercayaan berbagai pihak bahwa kawasan pusat pemerintahan di Lampung itu dapat terbangun kembali setelah lama tidak berlanjut.
"Dari sisi perizinan serta berbagai hal lainnya tentu akan didukung, dan diharapkan melalui diskusi oleh pemangku kepentingan hari ini akan mempercepat semua proses rencana pengembangan kawasan Kota Baru sebagai Center of Excelent. Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera harus berani melakukan lompatan dan memiliki agenda besar, serta harus berani melakukan transformasi untuk meraih berbagai kemajuan," ujar dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Heboh! Spanduk Misterius 'KAMI DATANG 10.10.24' Gegerkan Warga Bandar Lampung
-
Bagi-Bagi Minyak Goreng Tanpa Label, Paslon Egi-Syaiful Dilaporkan ke Bawaslu
-
REI Siap Bangun Hunian ASN di Kota Baru, Sekdaprov Fahrizal: Jangan yang Tipe 36
-
Mabuk di Stadion Pahoman, Gerombolan Pemuda Dibubarkan Polisi
-
Teror Golok di Jalan Sepi: Aksi Begal Ojol di Bandar Lampung Berakhir Ditembak Polisi
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Mobil Listrik Mulai Padati Bandar Lampung: Dishub Pertimbangkan Miliki Alat Uji KIR Khusus
-
Lampung Kini Jadi Produsen Sapi Raksasa yang Dikembangkan Peternak Rakyat
-
Akal-akalan Kurir Paket Way Kanan Rekayasa Perampokan Uang Setoran, Ternyata untuk Judol
-
Apes! Pelaku Curanmor di Lampung Tengah Malah Terjungkal dan Berakhir di RS
-
Proyek Rehabilitasi Irigasi di Lampung Mulai 2026