SuaraLampung.id - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, Puji Raharjo mengatakan bahwa pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih merupakan bagian penting dalam proses demokrasi.
Menurutnya, data pemilih yang valid akan menghasilkan kepala daerah yang legitimate, sehingga akurasi data pemilih adalah hal yang vital untuk menjaga integritas pemilu dan mencegah terjadinya kecurangan.
"Tidak itu saja, data pemilih yang valid akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu," kata dia.
Puji Raharjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan proses coklit ini guna Pilkada Serentak 2024 mendatang.
"Partisipasi kita semua dalam proses ini sangat krusial. Dengan data yang valid, kita dapat memastikan bahwa setiap suara dihitung dan diakui secara sah," kata dia.
Ketua PWNU Lampung itu juga mengatakan bahwa proses pencoklitan ini juga adalah kesempatan bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.
"Mari bersama-sama memastikan data pemilih yang legitimate demi kesuksesan Pilkada Serentak 2025," kata Puji Raharjo yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung, Ika Kartika, mengharapkan partisipasi aktif seluruh masyarakat di kota dalam kegiatan coklit guna Pilkada Serentak 2024.
"Pak Ketua PWNU yang sibuk saja berkenan untuk menerima petugas coklit. Ini menunjukkan betapa pentingnya proses coklit, tentu kami berharap semua warga dapat meluangkan waktu untuk memastikan data mereka akurat dan valid," kata dia.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung mengatakan bahwa Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada Serentak 2024 di kota ini akan diawali dari tokoh-tokoh masyarakat (opinion leader) yang diharapkan mereka dapat ikut menyosialisasikan tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih kepada publik.
Coklit adalah kegiatan mencocokkan data pemilih KPU hasil sinkronisasi Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu terakhir dengan dokumen pemilih/warga. Dokumen yang harus disiapkan oleh warga adalah KTP elektronik, KK (Kartu Keluarga), Biodata Kependudukan, atau IKD (Identitas Kependudukan Digital).
Petugas Pantarlih akan mencentang data pemilih yang memenuhi syarat (MS) dan cocok, mencoret data yang tidak memenuhi syarat (TMS), serta mencatat pemilih MS yang belum terdaftar dalam data yang dibawa oleh Pantarlih. (ANTRARA)
Berita Terkait
-
Diskriminasi? Hiburan Malam di Lampung Timur Bebas Beroperasi, Organ Tunggal Hajatan Justru Dibubarkan
-
Gerindra Lampung Siap Umumkan 15 Jagoannya di Pilkada 2024, Siapa Saja?
-
Rahmat Mirzani Djausal Jadi Tokoh Pertama yang Dicoklit KPU Lampung
-
Bawaslu Lampung Selatan Buka Posko Kawal Hak Pilih di Pilkada 2024
-
Solusi Krisis Ruang Rawat Inap di RSUD Bob Bazar Kalianda
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles
-
Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha
-
Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan
-
Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai
-
'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati